SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), segera menyelesaikan penolakan bantuan beras oleh warga setempat. Sebab masih banyak warga di Dusun Samben dan Ledok yang belum mengambil bantuan beras sebagai kompensasi atas dampak flaring  tapak sumur B Banyuurip tersebut.
“Sampai saat ini EMCL belum ada tindak lanjut penyelesaian masalah ini, Mas,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Mojodelik, Parlin Wibowo kepada suarabanyuurip.com, Senin (10/8/2015).
Dia berharap EMCL segera menyelesaikan permasalahan ini agar pihak Pemdes Mojodelik tidak terbebani. Sebab, permasalahan yang terjadi saat ini menyangkut dengan warga yang terdampak langsung.
“Masalah ini bukan sepenuhnya tanggungjawab desa, tetapi juga menjadi tanggungjawab EMCL. Kalau jumlahnya beras masih berapa sekarang yang belum diambil warga, saya belum tahu persis. Karena, masih nunggu laporan dari perangkat Samben dan Ledok,” ungkapnya.
Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya ketika dikonfirmasi tentang penyelesaian soal beras kopensasi yang tidak diambil oleh warga Mojodelik melalui pesan pendek.
Sebelumnya, sebagian besar warga Dusun Samben dan Ledok menolak pemberian kompensasi beras dari EMCL. Mereka menilai bantuan beras sebanyak 10 kilogram per kepala keluarga (KK) itu dinilai tidak sebanding dengan resiko yang diterima akibat dampak flaring.(sam)