SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Kondisi air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan, Jawa Timur, di Sungai Bengawan Solo sampai saat ini masih dianggap aman untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Meski demikian, PDAM sudah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kemungkinan terburuk dengan tidak memadainya debit air baku di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan pengalaman tahun lalu, musim kemarau berlangsung cukup panjang sehingga berpengaruh pada berkurangnya debit air Sungai Bengawan Solo. Bahkan, tinggi muka airnya jauh di bawah pompa intake PDAM yang berada di Kecamatan Babat yang mengakibatkan tersendatnya air untuk pelanggan mereka.
Kepala Bagian Humas dan Infokom Lamongan, Sugeng Widodo, menyatakan, PDAM tahun ini sudah menyiapkan langkah antispasi agar kejadian tahun lalu tak terulang. Dia menyebut, PDAM sudah menyiapkan ponton-ponton yang akan digunakan untuk mengangkut pipa intake hingga ke tengah sungai.
“Kondisi air baku PDAM di Sungai Bengawan Solo sampai saat ini masih memadai. Namun begitu, untuk mengantisipasi musim kemarau panjang, PDAM juga sudah menyiapkan ponton-ponton pengangkut pipa intake hingga ke tengah sungai,†kata dia, menjelaskan.
Sejak memiliki Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Plosowahyu, debit air PDAM kini semakin tinggi sehingga bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Akhir tahun 2014 lalu, jumlah sambungan rumah PDAM mencapai 5.069 sambungan. Sedangkan hingga akhir Juli lalu, jumlah pelanggan PDAm sudah meningkat hingga mencapai 17 ribu sambungan rumah.(tok)