SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Merosotnya harga minyak dunia hingga saat ini telah menjadikan pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Patragas Hulu (BPH) pada tahun 2014 menurun sigifikan atas penyertaan Modal pada proyek Blok Cepu. Akibatnya setoran PT BPH ke Kas Daerah juga mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT BPH, Imam Mukhyar, dikonfirmasi melalui Direktur Keuangan Heri Slamet Hariyadi, menjelaskan, untuk pendapatan tahun ini BPH hanya memperoleh pendapatan Rp760 juta dari penyertaan modal.
“Kami memiliki kewajiban untuk memberikan setoran 60 persen ke Kas Daerah. Untuk tahun 2014 yang kami setorkan pada tahun 2015 ini nilainya hanya Rp. 450 juta,” kata Heri Slamet Hariyadi kepada suarabanyuurip.com.
Menurut Heri Slamet, jumlah pendapatan BUM PT BPH turun drastis dibanding tahun sebelumnya. Dari data yang ditunjukkan, untuk tahun 2012 setoran kapada Kas Daerah mencapai Rp1,3 Milyar, Tahun 2013 mencapai Rp1,5 milyar, dan pada tahun 2014 hanya Rp450 juta.
“Salah satu penyebabnya adalah turunnya harga minyak dunia yang cukup tajam,” jelasnya.
Diungkapkan, pendapatan PT BPH dari Penyertaan Modal, adalah laba bersih setelah dikurangi kewajiban-kewajiban termasuk kepada mitra investor.
“Setoran ke Kas daerah adalah 60 persen dari laba bersih,” tandasnya.
Lebih lanjut Heri menjelaskan, bagian Pemkab Blora dalam penyertaan modal tersebut adalah sebesar 2,182 persen dari total modal yang diperlukan dalam Proyek Blok Cepu.
“Nilai investasi yang kami keluarkan saat ini telah mencapai USD 85 juta,” pungkasnya. (ams)