Bupati Nilai Pengamanan Proyek Banyuurip Lemah

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Suyoto, secara tegas mempertanyakan bagaimana SOP pengamanan saat  terjadinya kerusuhan di lokasi EPC 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, beberapa waktu lalu.

Pertanyaan itu dilontarkan pada saat rapat koordinasi yang dilaksanakan bersama SKK Migas, Dirpam Obvit Polda Jatim, EMCL, PT Tripatra-Samsung,dan Forpimda di rumah dinas bupati, Kamis (13/8/2015).

“Ini tanggung jawabnya siapa? Apakah SKK Migas, Dirpam Obvit, atau EMCL?” tandas Suyoto.

Suyoto menambahkan, situasi saat kerusuhan terjadi sistem keamanan lumpuh total. Bahkan,  nyaris tidak ada security yang berjaga-jaga atau mengendalikan para pekerja.

“Kalau dilihat dari kondisi itu, SOP yang dimiliki EMCL tidak jalan,” tudingnya.

Sementara itu, Manager Security EMCL, Hari Kristianto, mengakui ada hal-hal yang akan dievaluasi pada sistem keamanan di dalam lokasi. Salah satunya membentuk JOC atau Joint Operation Center yang terdiri dari security internal milik EMCL dan PT Tripatra, Dirpam Obvit, TNI-Polri.

Pihaknya berkelit, pada waktu kejadian yang melakukan penjagaan adalah security internal dari PT Tripatra. Dan saat itu ada laporan jika situasi bisa dikendalikan.

Baca Juga :   Tukar Guling TKD Pipa Minyak Blok Cepu: 3 Desa Tinggal Pelepasan, 8 Desa Tunggu Persetujuan Gubernur

“Tapi tiba-tiba mereka lapor kalau tidak sanggup mengatasi,” elaknya.

Pernyataan tersebut memantik reaksi keras dari Bupati Suyoto. Dia mengibaratkan sikap tersebut layaknya tukang parkir yang tiba-tiba teriak stop mendadak padahal sudah menabrak.

“Kayak tukang parkir saja, bilang stop tapi mobilnya sudah nabrak,” tukasnya diiringi gelak tawa peserta rapat. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *