Musim Kering Petani Bakar Huma

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Selama musim kering, sejumlah petani di kawasan pegunungan kapur di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membersihkan ladang pertanian (huma) mereka dengan cara dibakar.

Pemandangan ini bisa ditemui dengan mudah di sejumlah desa di Kecamatan Montong dan Kecamatan Parengan. Asap membumbung menjadi pemandangan tersendiri di musim kering, tepatnya disekitar kanan kiri jalan penghubung antar dua kecamatan yang berada di area berbukit ini.

Hal ini jauh berbeda, pada musim hujan. Karena selain hutan yang masih lebat, juga dapat melihat hijaunya tanaman petani yang membuka ladang di pinggir hutan yang masuk wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan.

“Kalau musim seperti ini ya tidak menanam Mas, tidak ada hujan,” kata Sasto (52), salah satu warga ditemui di kawasan hutan yang masuk di Desa Wukiharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Kamis (13/08/2015).

Pembakaran dilakukan petani, ungkap Sasto, untuk membersihkan ladang sebelum ditanami kembali. Seperti, sisa-sisa tanaman berupa batang padi yang telah dipanen dan lain sebagainya. Apabila apes, petani sekitar terkadang tidak sempat memanen lantaran musim kering datang lebih cepat.

Baca Juga :   Salat Idulfitri di Masjid Baabus Shofa Milik Pemkab Bojonegoro, Bupati Tekankan Pentingnya Semangat Kebersamaan

“Seperti kemarin ada yang jagungnya belum tua sudah tidak ada hujan, jadi panennya juga kurang baik karena jagung masih terlalu muda,” kata Ranu, warga lain yang ada di lahan pertanian di Desa Manjung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

Ditambahkan, membakar ladang, bukan sekedar ritual membersihkan lahan pertanian belaka. Kendati, juga berharap abu sisa pembakaran menjadi pupuk penyubur tanaman berikutnya.

“Ini mau dijadikan pupuk, selain pupuk kandang yang sudah kami siapkan,” pungkas Ranu. (adp) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *