Perbaikan Fasilitas Ditarget Selesai Akhir Agustus

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – PT Tripatra Engineers & Constructors bersiap kembali melakukan pekerjaannya di proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip. Saat ini, perbaikan fasilitas kantor yang dirusak pekerja sudah mencapai 90 Persen. 

Fasilitas itu rusak akibat amuk masa ribuan tenaga kerja EPC-1 Banyuurip pada Sabtu 1 Agustus 2015 lalu. Selain perkantoran, sejumlah mobil juga dibakar oleh pekerja.

“Ditargetkan akan selesai seratus persen pada akhir minggu ini,” kata Project Site Manager PT Tripatra-Samsung Jakarta, Raymon Ras Fuldy dalam rapat koordinasi yang dilakuakan bersama Tim Konten Lokal, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), SKK Migas, EMCL, dan Muspika Gayam di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Kamis (13/8/2015).

Dia menyampaikan, saat ini semua pekerja indirect Tripatra-Samsung dan EMCL sudah kembali bekerja awal minggu lalu. Fasilitas klinik sudah beroperasi kembali. Perbaikan fasilitas 90 persen penggantian peralatan yang hilang atau dirusak akan selesai minggu depan.

“Perbaikan pagar untuk area TF dan CPF akan selesai minggu ini. Pagar akses pekerja akan tetap satu pintu besar selebar 6 meter yang akan selalu terbuka. Pintu ini adalah pintu terdekat dari area kerja pekerja di CPF,” tegas Raymond.

Baca Juga :   Sumur NGU-1X Jadi Harapan Operasi Migas di Blora

Dia mengungkapkan, saat ini fasilitas akses keamanan sementara sudah berfungsi dan fasilitas akses keamanan tetap ditargetkan akan beroperasi normal dalam dua minggu.

“Evaluasi dari video keamanan sementara sudah berfungi dan fasilitas akases keamanan tetap ditargetkan akan beroperasi normal dalam dua minggu,” tegas Raymond.

Dia mengatakan, perbaikan fasilitas subkontraktor dan pekerja yang antara lain berupa relokasi kantor subkontraktor, pemasangan tambahan area istirahat dan juga perluasan Masjid yang akan menjadi masjid bersama subkontraktor, Tripatra-Samsung, dan EMCL sedang berlangsung dan ditargetkan juga selesai dalam 2 minggu.

Raymond menambahkan, jika proses dan prosedur penyaringan komitmen untuk kembali bekerja bagi subkontraktor dan pekerja sudah siap dan sudah mulai proses implementasi.

“Proses dan prosedur penanganan keluhan di lapangan sudah siap untuk diimplementasikan,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *