SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur meminta kepada operator Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) untuk segera merespon setiap ada keluhan dari warga. Baik tentang keluhan dampak penyalaan flaring maupun yang lainnya.
“Kalau dilapori adanya keluhan warga ya segera ditanggapi lah. Ngak seperti kemarin ditunda-tunda terus. Seakan tidak ada responya. Kalau ada masalah baru kalang kabut minta tolong desa ikut mengatasinya,” kata Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Yuntik Rahayu kepada suarabanyuurip.com melalui pesan pendek, jumat (14/8/2015).
Dalam melakukan pembakaran gas suar, kata Yuntik, EMCL agar mengupayakan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap menyerupai telor yang busuk. Sehingga, tidak membuat kondisi warga bergejolak.
“Misalnya pembakaran gas suar well pad A dan B maupun lainnya. Karena jika bau tidak sedap itu sampai dihirup lama oleh warga bisa pusing dan mempengaruhi sel otak,” saran Kades ring satu Banyuurip, Blok Cepu ini.
Sementara suarabanyuurip.com masih berupaya melakukan konfirmasi terkait hal terbut kepada Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya. (sam)