Kementerian LH Tinjau Flaring Pad B

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegro, Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, perwakilan Kecamatan Gayam, dan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), mensurvei lokasi terdekat gas suar bakar (flaring) tapak sumur (Well Pad) B Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Dusun Lodok dan Samben, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kamis (13/8/2015) malam.

Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Yuntik Rahayu, membenarkan jika ada tinjauhan langsung dari pihak KLH dan BLH Bojonegoro. “Iya bener tadi malem, Mas,” kata Yuntik Rahayu kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (14/8/2015). 

Yuntik menjelaskan, Tim KLH tidak hanya melihat Dusun Ledok dan Samben, namun juga semua lokasi proyek. Namun dalam penianjauan Tim KLH tidak ingin di dampingi pihak desa. Alasannya, mereka ingin mengetahui sendiri kondisi riil disekitar lokasi terdampak flaring di well Pad B.

“Katanya biar tahu langsung kondisinya tanpa ada rekayasa,” jelasnya.

Ditambahkan, survei tersebut dilakukan untuk mengetahui kebenaran akan adanya dampak yang ditimbulkan dari keberadaan flaring Pad B. Yuntik mengakui, jika pernah menerima keluhan dari warga yang mencium seperti bau busuk menyengat, suara bising yang bergemuruh, dan cuaca panas. Akan tetapi, untuk kaitannya dampak terhadap tanaman warga belum pernah ada penelitian.

Baca Juga :   Desa Sekitar Pabrik Gas Usulkan Pembagian Naker

“Kalau tanaman ada yang tidak berbuah itu belum bisa dibuktikan langsung. Karena butuh adanya penelitian,” imbuhnya. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *