SuaraBanyuurip.com – Winarto
Berbicara tentang Bojonegoro, ada kenangan tersendiri bagi Pakar Komunikasi dan Budaya, Prof DR H Sam Abede. Setiap kali menginjakkan kakinya di Bumi Angling Dharma-sebutan lain Bojonegoro, dia serasa bernostalgia.
Kenangan yang tak terlupakan Sam Abede adalah saat dirinya menikah pada 1973 silam di kawasan Jalan Teuku Umar, Kecamatan Bojonegoro. Sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur ini selalu menghadirkan rasa tentram dihatinya.
Meski Bojonegoro dikenal sebagai kabupaten yang selalu dilanda banjir tahunan akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo, dan kekeringan di musim kemarau, namun keramahan warganya tak pernah sirna hingga saat ini.
Bahkan, Bojonegoro yang hari jadinya dirayakan setiap 20 Oktober itu memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang luar biasa. Banyak para tokoh hebat di semua bidang dilahirkan dari kabupaten berlimpah kandungan minyak buminya yang sekarang ini sedang dikuras oleh negara adi kuasa, Amerika Serikat. Â
Ketekunan para petani Bojonegoro dalam menggarap sawah ladangnya menjadikan bagian yang tak terlupakan dalam ingatan Sam Abede. Di tambah kepemimpinna Kang Yoto, sosok pemimpin yang amanah dan sederhana yang senantiasa berupaya menseajahteran masyarakat petani dengan membangunkan waduk bernilai miliaran rupiah.
Semua kenangan itu menjadikan Prof Sam, panggilan akrabnya, ingin segera menginjakkan kakinya di Bojonegoro. Dia akan menjadi narasumber Seminar Kebangsaan di Gedung Serba Guna pada Sabtu (15/8/2015) besuk. Â
“Saya senang dapat datang di acara seminar itu, bisa ketemu dengan warga dan para pimpinannya,†kata Prof Sam saat dikonfirmasi kedatangannya sebagai narasumber.
Prof Sam yang dikenal sebagai singa podium di kalangan pemilik media massa  itu saat ini aktif di Kampus Pasca Sarjana Dr Soetomo Surabaya. Dia undangan di seminar kebangsaan bertemakan “Memperkokoh Penerapan Nilai Budaya Luhur Bangsa sebagai Modal Utama Menuju Indonesia Emas 2045†itu digelar dengan 600 peserta dari jajaran TNI, Polri, pemerintah kabupaten (Pemkab) dan warga umum.
Gelar acara itu untuk memperkuat nilai-nilai semangat patriotis serta nasionalis agar tidak  kian pudar di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Serta mendorong kecintaan kepada tanah air, bangsa dan negara agar tidak terkikis dengan rasa kecintaan kepada kelompok, paham dan kepentingan tertentu.
Kegiatan seminar terbuka untuk umum, baik pelajar maupun mahasiswa itu juga menghadirkan Keynote Speaker, Bupati Bojonegoro, Suyoto dan Komandan Kodim 0813, Letkol Kav Donova Pri Pamungkas, dengan moderator Ahmad Taufik, wartawan Radar Bojonegoro.
Dalam seminar itu, Dandim 0813 direncanakan menyampaikan materi terkait proxi war atau kepentingan. Kaitan itu seperti diketahui Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadi arena persaingan kepentingan nasional berbagai negara. Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga.
Sedangkan materi meneguhkan kerukunan beragama akan disampaikan KH Alamul Huda, Pimpinan Pondok Modern Ar Rosyid. Kemudian Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin sebagai narasumber materi sistem administrasi NKRI, dan Kapolres Bojonegoro AKBP. Hendri Fiuser menyampaikan tentang konsep dan peranan koordinasi dan kolabarasi lintas sektoral. (winarto)