SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Wacana Kecamatan Cepu melepaskan diri dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, semakin kuat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya dukungan yang mengalir dari berbagai kalangan.
Selain warga dari lima kecamatan yang ada, dukungan juga mengalir dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Salah satunya adalah, Iffah Hermawatri, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Blora.
Dia mengungkapkan, bahwa Cepu sudah siap melepas diri dari Blora untuk menjadi kota mandiri. ”Sudah waktunya Cepu lepas, dan mandiri,” kata, Iffah Hermawatri kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (15/8/2015).
Dijelaskan, banyak faktor kuat yang mendasari kemampuan Cepu mandiri. Di antaranya banyak dukungan masyarakat dan beberapa kecamatan sekitar. Juga didasarkan pada banyaknya potensi kandungan migas yang berada di wilayah Cepu.
“Untuk sementara, ada sekira tiga kecamatan yang sudah menyatakan mendukung penuh. Yakni Kecamatan Sambong, Kecamatan Cepu, Kecamatan Kedungtuban dan ditambah dengan dua kecamatan pendukung lainnya,†kata Iffah, mengungkapkan.
Dia menegaskan, mendukung penuh dan akan melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan Cepu menjadi kota mandiri. “Meski sementara baru lima kecamatan, saya yakin bahwa Cepu sanggup berdiri membangun pemerintahan sendiri,” tegasnya.
Politisi asal Cepu ini menilai, jika Cepu masih menjadi bagian dari Blora maka akan terus tertinggal dan sulit untuk berkembang. ”Saya nilai Kabupaten Blora saat ini tertingggal dengan Kabupaten tetangga. Baik dari segi pembangunan maupun perkembangan ekonominya,” ujarnya.
”Secara kasat mata infrastruktur Blora masih jauh tertinggal,” kata dia.
Senada diungkapkan, Politisi Partai Golkar, Maulana Kusnanto. Dia mengaku, sebagai warga Kabupaten Blora tidak merasa keberatan jika Cepu harus berpisah.
”Memang waktunya Cepu memiliki Walikota sendiri,” sambung pria asal Kecamatan Jiken ini. (ams)Â