BI Kritisi Flaring Banyuurip Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Non-governmental organization (NGO) lokal yang concern menyoroti industrialisasi migas di Bojonegoro mengkritisi sistem flaring di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur.

Direktur Bojonegoro Institute (BI), AW. Syaiful Huda mengatakan, flaring dapat meningkatkan CO2 di atmosfer yang menyebabkan emisi. Emisi yang dikeluarkan akan mengganggu masyarakat setempat, tumbuhan dan hewan di area sekitar. Karena, jika gas ikutan ini dibakar akan mengeluarkan cahaya dan hawa panas serta menimbulkan bunyi yang gaduh.

“Peringkat teratas penyumbang emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global merupakan perusahaan-perusahaan migas. Chevron, ExxonMobil, Saudi Aramco dan seterusnya,” papar Syaiful Huda  kepada suarabanyuurip.com, Rabu (19/8/2015).

Meski demikian, lanjut dia, ada pula perusahaan migas yang mengelola gas flare menjadi energi alternatif. Misalnya, pengolahan Gas Flare dari Lapangan Matoa, Sorong – Papua Barat, area JOB-Pertamina PetroChina. Ada pula PT Pertamina EP UBEP Tanjung, yang memanfaatkan 4,56 MMSCFD untuk mensuplai sumber energi listrik guna operasional heater, pompa dan keperluan domestik lainnya.

Baca Juga :   DPRD Mediasi JOB P-PEJ dengan Warga Bulurejo

“Gas flare, itu bisa diolah menjadi LPG, LNG dan CNG. Tergantung mana yang paling memungkin dilakukan di Bojonegoro,” terangnya.

Menurutnya, setiap lapangan minyak berbeda kandungan gas suarnya. Gas suar dari lapangan yang sulit dijangkau dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pabrik pupuk. Dengan melihat devisit energi nasional, seharusnya ExxonMobil selaku operator Blok Cepu, turut ambil bagian pemanfaatan gas flare. Bukan malah membakarnya.

“Kalau alasannya ExxonMobil,  tidak ekonomis. Ya pastilah itu tidak ekonomis bagi mereka. Tapi bagi kami, ya itu energi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kritik AW. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *