Proyek Kali Putat Resahkan Warga

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pembangunan dinding penahan Kali Putat di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memunculkan keresahan warga di sepanjang lokasi proyek. Pasalnya, tinggi dinding penahan yang sedang dibangun mencapai tiga meter sehingga dikhawatirkan dapat menghambat aliran air ketika hujan lebat datang.

Jika itu sampai terjadi, air akan menggenangi perkampungan. Sebab kondisi tersebut diperparah dengan tertutupnya beberpa selokan air menuju kali oleh dinding  penahan.

Menurut, warga Rt 1/ Rw 12 Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, yang enggan disebut namanya, warga di lingkungannya merasa resah dengan tingginya dinding penahan Kali Putat.

“Kalau nanti banjir, air akan menggenang, Mas,” katanya saat ditemui di rumahnya, Jum’at (21/8/2015).

Dia menjelaskan, dinding tersebut dipastikan akan menghambat aliran air dari perkampungan untuk mengalir ke kali. Sebab dinding itu lebih tinggi dari permukaan tanah perkampungan.

“Otomatis air akan sulit mengalir,” tegas sumber tadi.

Dia mangaku meragukan akan kualitas bangunan tersebut. Sebab, sesuai pengamatannya, rangkaian besi dan pengerjaan yang dilakukan jauh dari perencanaan.

Baca Juga :   Pasca Bencana Teratasi, Ketum SH Terate Moerjoko Akan Melakukan Gerakan Massal Tanam Pohon

“Dulu kami dan warga beserta pejabat kecamatan yang lama pernah membuat perencanaan perihal normalisasi kali putat. Wujudnbya bukan seperti ini,” ujarnya sambil mengajak suarabanyuurip.com melihat proses pengerjaan proyek. 

Seharusnya, lanjut dia, dinding penahan Kali Putat tidak menjulang ke atas, melainkan ke dalam setelah dilakukan pengerukan dengan kedalaman 3 meter dan lebar kali 5 meter.

“Sehingga air bisa tertampung dan mengalir dengan lancar,” jelasnya.

Senada disampaikan Dwi, warga Rw 8, Kelurahan Balun. Dia juga menghawatirkan jika air tergenang di Rw 12, maka warga di Rw 8 akan terkena luberan air.

“Kami jelas kena imbasnya,” ungkapnya.

Dwi juga menilai jika pembangunan  Kali Putat tidak sesuai perencanaan. “Dari Dinas terkait harus memeriksa pelaksanaan proyek dan tahu hal ini. Terutama keluhan warga sekitar,” sarannya.

Sebelumnya, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wilayah Cepu, Wirastomo Wisnu, mengklaim pembangunan tanggul sudah sesuai dengan rancangan bangun yang ditentukan.

“Proyek sudah sesuai acuan. Bulan ini dipastikan selesai,” sambung Wisnu.

Anggaran pembangunan dinding Kali Putat masing-masing sisi sepanjang 250 meter sejumlah Rp750 juta yang bersumber dari APBD Provinsi.  Proyek normalisasi ini dipastikan mendapat pengawasan langsung dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga :   Anggaran Infrastruktur Blora Habis

“Sejauh ini sudah sesuai dengan acuan dan koordinasi masih tetap dilakukan,” pungkasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *