Tumpahan Minyak Berhasil Dinetralisir

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan, kondisi kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Cinta Natomas milik Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ) telah berjalan normal kembali sore tadi.

Sebelumnya, pipa di bawah laut Palang, Kabupaten Tuban yang berfungsi mengalirkan minyak mentah dari Central Processing Area (CPA) Mudi menuju FSO bocor. Minyak mentah itu ditemukan nelayan setempat tercecer di perairan hingga ke bibir pantai.  

Kepala Humas SKK Migas, Ellan Biantoro, mengatakan, kebocoran pipa milik JOB P-PEJ ini telah mengakibatkan sebanyak 43 barel minyak mentah tumpah ke laut. Namun insiden itu dapat ditangi dengan sigap oleh tim penanggulangan bencana.

“Kerugian material belum dihitung, ” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (21/8/2015).

Dia menyatakan, kebocoran pipa dikarenakan ada pipa yang terputus. Diduga, putusnya pipa penghubung antara CPA Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, dengan FSO Cinta Natomas  dikarenakan jangkar milik kapal nelayan.

Baca Juga :   Pengeboran Gas JTB Gunakan Rig Silent

“Atau bisa juga karena forosit, karena lokasinya di dasar laut,” tandasnya.

Ellan mengaku, akan melakukan pengawasan secara terus menerus serta perawatan terhadap pipa yang ada di sana untuk mengantisipasi kebocoran tidak terjadi lagi. Sekarang ini, kata dia, kondisi sudah aman dan minyak yang tumpah telah dilokalisir dan dinetralisir.

“Insya Allah sore ini bisa berjalan normal dan tidak ada produksi yang terganggu,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *