SuaraBanyuurip.com-Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Flaring atau gas suar bakar di well Pad B, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur akan kembali meningkat. Peningkatan itu ditengarai sedang dalam prosesnya pengajuan izin flaring di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH-K).
Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto kepada Suarabanyuurip.com mengungkapan, peningkatan flaring di Lapangan Banyuurip sebesar 70 sampai 75 Milion Standart Cubik Feet Per Day (MMSCFD).
“Dalam pengajuannya, kita ajukan segitu. Hasilnya, kita masih menunggu,” kata Erwin Maryoto.
Dia mengaku, belum dapat memastikan kapan izin flaring tersebut akan dikeluarkan. Dalam proses pengajuan izin, dia tidak menampik jika beberapa waktu lalu perwakilan KLH-K telah melakuan pemantauan langsung di Desa Mojodelik dan Gayam.
Erwin menjelaskan, sebelumnya peningkatan flaring di well C dengan kapasitas 23 MMSCFD sudah dilakukan pada bulan Januari lalu.
“Iya sudah dilakukan pemantauan, dan pengecekan oleh KLH dengan pemerintah. Pengajuan ini tambahan,” imbuhnya membenarkan.
Dia menegaskan, dalam kegiatan flaring yang dilakukan di Lapangan Banyuurip, ExxonMobil telah melakukan koordinasi, dan atas izin yang dikeluarkan pemerintah. Pihaknya berharap, agar masyarakat jangan mudah menyimpulkan dampak akan adanya flaring.
“Kalau tidak ada izin tidak mungkin berani,” pungkasnya. (Roz)