SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Akibat dari turunnya harga minyak dunia, dampaknya juga dirasakan oleh dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora, Jawa-Tengah. Diantaranya, PT Blora PT Blora Patra Energi (BPE), dan PT Blora Patragas Energi (BPH).
Direktur Keungan BUMD Blora PT BPH, Heri, megatakan, akibat menurunnya harga minyak dunia membuat BUMD PT BPH Blora juga mengalami penurunan pendapatannya. “Imbasnya jelas pada pendapatan kita turun, Mas,” kata Heri kepada suarabanyuurip.com melalui pesann pendek, selasa (25/8/2015).
Saat disinggung sampai berapa persen penurunan pendapatan tersebut. Heri enggan memberikan penjelasan.
Senada diungkapkan, Direktur PT BPE Christian Prasetya. Dia mengatakan, juga mengalami penurunan pendapatan. Misalnya, pendapatan dari ongkos angkat angkut minyak dari sumur tua mengalami penurunan.
“Pada bulan Juli kemarin ongkos angkut berkisar Rp3.132, namun pada Agustus ini jatuh pada angka Rp2.686,” katanya.
Hanya saja, Christian Prasetya juga tidak menjelaslan lebih jauh mengenai penurunan ongkos angkat angkut tersebut. Termasuk saat ditanya mengenai langkah apa yang akan dilakukan untuk menyikapi penurunan tersebut tidak memberikan jawaban.Â
Seperti diketahui, saat ini harga minyak mentah dunia terperosok hingga dilevel 40 USD per barel. (Ams).