SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Usaha Pertamina EP Asset 4 Field Cepu untuk menciptakan masyarakat mandiri yang dirintis tahun 2013 di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur mulai membuahkan hasil. Melalui pembentukan tiga kelompok peternak kambing, petani di Desa Kalisumber tidak perlu lagi meminjam bibit atau pupuk pada rentenir. Kebutuhan petani mendapatkan pupuk dan benih bisa meminjam unit simpan pinjam yang dibentuk kelompok peternak.
“Kelompok peternak itu kini sudah punya 300 ekor kambing yang siap dijual memenuhi kebutuhan hewan kurban Idul Adha. Lain itu,  juga sudah punya uang kas yang dipinjamkan pada petani yang membutuhkan membeli pupuk atau benih,†kata  Arif Hidayat, perwakilan Yayasan Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP) kepada suarabanyuurip.com, Kamis (27/8/2015) .
Dijelaskan, rentenir menjerat petani secara halus. Jika petani meminjam satu kuintal pupuk seharga Rp180.000, saat panen petani harus membayar satu kuintal gabah bernilai Rp400.000. “Selisih harga antara pupuk dan gabah jelas sangat tinggi. Kalau dihitung sebagai  bunga bisa melebihi 100% dalam waktu peminjaman 4 bulan,†kata Arif yang selama ini digandeng Pertamina EP Asset 4 menjadi pendamping masyarakat Desa Kalisumber.
Keberhasilan kelompok peternak membebaskan petani dari jerat rentenir ini, kata Arif, membuat warga desa yang belum tergabung dalam kelompok mengambil inisiatif membentuk kelompok baru. “Total kini ada 5 kelompok peternak. Jadi kegiatan CSR dari Pertamina EP Asset 4 telah dirasakan masyarakat, dan itu kemudian melahirkan inisiatif terbentuknya kelompok baru. Sebagai pendamping masyarakat, saya sangat bangga dengan hal ini,†tegasnya.
Selain dipakai untuk memberi pinjaman pada para petani yang membutuhkan bibit dan benih, dana unit simpan pinjam tiga kelompok peternak itu juga dimanfaatkan oleh anggota kelompok untuk mengatasi kebutuhan dana darurat. “Jadi saat anggota butuh dana mendadak atau darurat, anggota tidak harus menjual ternaknya. Kami menekankan agar peternak bisa menjual saat Idul Adha agar harganya benar-benar bagus,†kata Arif.
Terpisah, Cepu Field Manager Pertamina EP Wresniwiro mengaku, sangat gembira dan bangga  atas keberhasilan kerjasama antara Pertamina EP dengan Yayasan LPKP  dalam  program pembentukan kelompok peternak di Desa Kalisumber. Program CSR Pertamina EP di Desa Kalisumber merupakan program terintegrasi dengan tujuan utama menciptakan masyarakat mandiri dengan penguatan kelompok ternak dan kegiatan ekonomi produktif. Sehingga, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
Diungkapkan, tiga kelompok peternak ini dibina oleh Pertamina EP bersama Yayasan LPKP mulai dari nol. Tiga kelompok tersebut adalah, Kelompok Ternak Maju Jaya, Kelompok Ternak Sumber Barokah dan Kelompok Ternak Barokah Jaya. Dengan beranggotakan 30 orang, kecuali yang Maju Jaya sekarang beranggotakan 42 orang. Karena, setelah ada pembagian SHU (Sidang Hasil Usaha) banyak yang berkeinginan masuk sebagai anggota. Sedangkan, 2 kelompok yang pembentukannya atas inisiatif warga sendiri  kelompok ternak Sapi Dusun Kalikrikil dengan anggota 20 orang, dan Kelompok Ternak Kambing Rukun Makmur dengan anggota 21  0rang.
“Karena itu kalau kemudian mereka bisa punya unit simpan pinjam dan menginspirasi terbentuknya 2 kelompok baru, ini benar-benar hasil yang sangat membanggakan bagi Pertamina EP Asset 4 Field Cepu,†ujar Wiro.Â
Keberadaan kelompok ternak ini, lanjut Wiro, juga menumbuhkan kelompok-kelompok lain, seperti kelompriok budidaya cacing dan kelompok petani organik. Mereka memanfaatkan kotoran ternak. Kedepannya semoga setiap kelompok dapat berintegrasi sehingga dapat mewujudkan masyarakat Kalisumber yang mandiri.Â
“Terlebih mereka masih memiliki 300 ekor kambing siap jual di Idul Adha. Hasilnya tentu sangat lumayan. Untuk memperkuat modal usaha simpan pinjamnya. Kalau modalnya besar maka bisa dikembangkan menjadi koperasi yang lebih mapan dan banyak unit usaha,” harapnya. (rien)