Diduga Kehabisan Oksigen Nyawa Melayang

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono.

Lamongan – Nasib apes dialami Suwarno, warga Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pasalnya, pria berusia 42 tahun ini tewas setelah menghirup asap jerami yang dibakarnya, Jumat (28/8/2015).

Informasi yang diperoleh suarabanyuurip.com, menyebut, kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat Suwarno berangkat kesawah yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya untuk membakar jerami sisa dari panen. Sekitar 15 menit membakar jerami tiba-tiba angin kencang dari arah barat berhembus. Api yang berkobar semakin besar merembet hingga kepetak sawah warga lainnya yang kebetulan sudah ditanami jagung.

Saat api semakin membesar, korban terkejut dan menjadi panik. Korban takut kobaran api yang terus merembet itu merusak tanaman petani lainnya. Korban nekad memadamkan dengan memukul-mukul api menggunakan ranting kayu. Namun, upya yang dilakukan justru membuat petaka bagi korban. Karena, kedua lengan tangannya tersambar api.

Saat korban berusaha memadamkan api dikedua lengannya, asap pekat dan tebal mengurung tubuh korban. Korban yang kehabisan oksigen dan banyak menghirup asap akhirnya tersungkur.

Baca Juga :   Harga Bahan Makanan Mulai Stabil

Beberapa warga yang melihat gumpalan asap dari arah sawah langsung menuju ke lokasi. Mereka mendapatkan tubuh Suwarno mengeletak ditengah lahan miliknya.

“Saat ditemukan korban pingsan. Namun, dari hidungnya terdengar suara grok grok grok,” ujar Ilyas , salah satu warga setempat.

Korban yang kedua lengannya masih melempuh, keluarga korban dengan dibantu warga melarikan ke Puskesmas Moropelang. Namun, karena peralatan yang kurang memadai korban dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Lamongan.

Dalam perjalanan menuju ke RS Lamongan, tepatnya di Kecamatan Pucuk korban meninggal dunia, dan korban kembali di bawa pulang. Korban kemudian di makamkan di Makam Islam desa setempat.

” Korban dimakamkan di makam desa tanpa di outopsi petugas. Diduga meninggalnya korban akibat kehabisan oksigen. Karena menghirup asap tebal pembakaran jerami,” kata Kepala Desa (Kades) Moropelang, Slamet Hisbullah. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *