SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora-Warga sepanjang bantaran Kali Putat Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengajukan permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk tidak menutup saluram air dari perkampungan. Alasannya, jika saluran air tertutup, maka akan memperparah banjir di lingkungam tersebut.
Selain itu, warga juga meminta agar dalam pembangunan tembok beton supaya diratakan ketinggiannya dengan pekarangan warga. Hal itu untuk memperlancar aliran air dan mencegah air kembali.
Ketua RT 1/ Rw 12 Kelurahan Balun, Slamet Dwi C, menjelaskan, pekerjaan normalisasi Kali Putat serta dinding beton penahan tanah yang melewati wilayahnya terlalu tinggi melebihi jalan dan pekarangan di lingkungan warga.
“Warga khawatir apabila terjadi banjir, air tidak bisa langsung masuk ke sungai malah meggenangi lingkungan mereka,” katanya dalam surat bernomor 29/RT.01 RW.XII/VII/2015 yang ditandatangi Ketua RW 12, Tamziz, dan diketahu Lurah Balun, Nunik Sulistiyo.
Dia mengatakan, permohonan tersebut akan ditujukan kepada kepala dinas terkait di Kabupaten Blora. “Kami mohon dinding beton yang ada di depan rumah Mamik Subagyo sepanjang 12,5 meter ketinggiannya dibuat sama dengan tinggi jalan atau pekarangan, sehingga kalau tejadi banjir air bisa langsung masuk ke sungai,” kata Slamet, mengungkapkan.
Di menyarankan, agar dinding beton bagian atas dibuatkan balok ring ukuran 20×20 centi meter agar lebih kuat atau tidak ambrol.
“Mohon dibuatkan balok gantung ukuran 20×30 cm setiap jarak 300 cm yang menghubungkan dinding kiri dan kanan atas, agar tidak roboh ke sungai,” tambahnya.
Dia berharap, permohonan tersebut bisa dikabulkan agar lingkungannya terhindar dari bencana banjir.
Dwi, warga setempat, juga berharap saluran air dari perkampungan yang mengarah ke sungai tidak ditutup. “Supaya air lancar dan tidak kembali ke pemukiman saar banjir datang,” tambahnya. (ams)