Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Tangguh Melalui Inspirasi

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Antusiasme para peserta Kelas Inspirasi yang difasilitasi oleh Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia bekerja sama dengan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) sudah terlihat sejak Sabtu (29/8/2015) pagi di Pendapa Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur.

Sekitar 72 peserta Kelas Inspirasi ini akan diberikan motivasi agar menjadi wirausaha yang tangguh oleh Saptuari Sugiharto, pengusaha digital sablon asal Jogjakarta, dan sekaligus peraih UGM Award kategori wirausaha 2011.

Ria Anggraini (24), warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, menyatakan, motivasi cukup penting untuk membangkitkan semangatnya dalam memulai usaha. Dia tampak serius mendengarkan kiat-kiat, dan motivasi yang dipaparkan usahawan yang sukses mengembangkan berbagai jenis waralaba di kota pendidikan itu.

“Apa yang harus kita lakukan agar kreatif mengembangkan usaha,” tanyanya kepada Saptuari.

Didepan peserta, Saptuari pun memaparkan, kunci utama yang paling penting adalah belajar dan belajar. Dia menegaskan, untuk mencapai kesuksesan juga tidak mudah putus asa. Peraih Best Young Entrepreneur IFA (Asia Pasific Entrepreneur Award) 2009 ini mengatakan, memulai usaha bisa dimulai dengan keyakinan yang menurut diri sendiri akan berhasil.

“Jangan patah semangat, dan yakinlah sukses dengan usaha tersebut,” katanya.

Saptuari pun mencontohkan, ada seorang teman yang awalnya kebingungan memulai usaha. Suatu saat, dia pergi ke Mall. Disitu dia melihat sebuah tas yang dijual. Secara kualitas, tas itu biasa-biasa saja. Tapi, karena berada di Mall, harganya pun lebih tinggi.

Baca Juga :   9 Desa di Blok Cepu dapat CSR

Dari situlah muncul ide membuat tas. Dia belajar keras membuat, kemudian di-upload di berbagai media sosial. Dia juga belajar keras bagaimana memasarkan, mengkoneksikan produk hingga pasar. Hingga akhirnya dia berhasil membawa produknya dikenal lebih luas.

“Dan sekali lagi, kuncinya adalah belajar dan mau berusaha keras tanpa pantang menyerah,” sarannya.

Direktur IDFoS Indonesia, Ahmad Taufiq, menjelaskan, Kelas Inspirasi Motivasi Kewirausahaan mengusung tema: Berani Kreatif Bikin Bisnis. Kelas Inspirasi akan berlangsung selama lima sesi. Para peserta berasal dari berbagai desa di Kecamatan Gayam.

Di antaranya adalah Desa Gayam, Bonorejo, Mojodelik, Katur, Brabowan, Begadon, Ringintunggal, Cengungklung, Sudu, dan Beged.

“Para peserta adalah calon-calon angkatan kerja dengan usia produktif (usia 18-45 tahun). Dari 72 peserta, 50 persen lebih di antaranya adalah kaum perempuan,” tuturnya.

Kelas Inspirasi merupakan program kewirausahaan yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi memulai usaha atau bisnis. Karena, untuk memulai usaha, yang terpenting adalah keyakinan sukses untuk memulai usaha (start up) disertai dengan kreativitas dalam menjalankan usaha.

“Dengan Kelas Inspirasi ini, diharapkan akan muncul calon-calon entrepreneur atau wirausahawan yang tangguh dan kreatif yang penuh dengan semangat memberi kemanfaatan,” jelas Taufiq.

Selain Saptuari, Kelas Inspirasi 1 juga mendatangkan motivator lokal. Dia adalah Aris Risanto, pembudidaya cacing tanah yang sukses asal Kecamatan Gondang. Selama ini, Aris berhasil mengembangkan budi daya cacing tanah di berbagai kecamatan di Bojonegoro. Bahkan, saat ini Aris menjadi pemasok cacing tanah untuk bahan pakan ternak di sejumlah pabrik besar. Jumlah pasokannya hingga beberapa ton.

Baca Juga :   Peternak Ayam Petelur Mengeluh Harga Telur Anjlok

“Diharapkan dengan hadirnya para motivator ini, nantinya para peserta Kelas Inspirasi tidak ragu-ragu lagi untuk memulai bisnis,” imbuh Taufiq.

Camat Gayam Hartono, yang hadir dalam pembukaan Kelas Inspirasi ini, mengaku merespons positif kegiatan tersebut. Menurut dia, out put dari Kelas Inspirasi akan sangat pas dalam mendukung upaya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro.

“Karena Gayam didaulat menjadi salah satu wilayah sentral pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro,” tuturnya.

Selain Camat, hadir dalam acara tersebut, Kades Ringintunggal, Kades Katur, dan Kades Sudu. Hadir juga, perwakilan Disnakertransos, Bakesbang Polinmas, Dinas Kominfo, dan tiga perwakilan EMCL, yaitu Liza, Wulan dan Hesti.

Hesti, menyampaikan, Kelas Inspirasi adalah salah satu wujud perhatihan EMCL dalam memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi. Bidang ekonomi adalah bagian dari komitnen EMCL dalam mengembangkan masyarakat.

“Saya berharap, dari Kelas Inspirasi ini akan muncul wirausahawan-wirausahawan sukses yang tangguh,” imbuhnya. (Roz/Adv)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *