SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), mengakui pemberian program masyarakat melalui Corporate Sosial Responbility (CSR) maupun Program Penunjang Kegiatan Operasi (PKPO) kepada masyarakat di sekitar ring 1 mengalami penurunan.
“Hal ini dikarenakan harga minyak mentah dunia mengalami penurunan,” kata perwakilan JOB P-PEJ, Sunu, saat melakukan pertemuan dengan warga Desa Ngampel, beberapa waktu lalu.
Dia menyatakan, pemberian program kemasyarakatan diambilkan dari dana cost recovery melalui PKPO dan non cost recovery melalui CSR. Untuk PKPO harus melalui persetujuan SKK Migas, sementara CSR diambilkan murni dari keuntungan perusahaan.
“Tapi, dua-duanya harus melalui proses pengajuan terlebih dahulu. Dan jangka waktunya tidak bisa sebentar,” tandasnya.
Dia mengungkapkan, untuk tahun 2015 jumlah alokasi dana PKPO untuk Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, sebesar Rp 36.157.000. Sementara dana untuk CSR sebesar Rp 293.847.500.
Sementara itu, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, menegaskan, JOB P-PEJ harus memberikan program kemasyarakatan sebagai ganti kompensasi kegiatan pengeboran.Â
“Bagaimanapun, Desa Ngampel merupakan desa penghasil. Kami tidak peduli darimana duitnya berasal. Yang jelas, kebutuhan masyarakat harus dipenuhi,” tandasnya.  (rien)