Kemarau Berkah Bagi Petani Kedelai Sidorejo

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Musim kemarau tidak selalu identik dengan kesusahan bagi petani. Namun, juga menjadikan berkah bagi petani di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan,Jawa Timur. Karena, dimusim panen saat ini harga jual kedelai sedang naik.

Salah satu petani kedelai Sidorejo, M Zaini, menuturkan, musim kemarau saat ini menjadi berkah bagi petani kedelai. Karena, disaat sedang panen harga jual kedelai di tingkat pengepul naik menjadi Rp6.000 per kilogram.

“Harga ini, naik dari harga panen minggu lalu yang hanya sebesar Rp5.800 per kilogramnya,” kata Zaini kepada suarabanyuurip.com, Senin (31/8/2015).

Ditambahkan, petani di Desa Sidorejo rutin menanam kedelai disaat musim kemarau. Karena, komoditi tersebut sangat tahan terhadap cuaca. Diantaranya, tahan kekurangan air dan lain sebagainya. Selain itu, perawatannya mudah tidak terlalu sulit.

Lahan pertanian kedelai di Desa Sidorejo hanya sekali menerima pengairan dari irigasi teknis saat tanam awal saja. Setelah itu, kata dia, air dari Waduk Gondang sudah habis. Dan cukup hanya sekali tanaman kedelai diairi. Selebihnya, dilakukan perawatan dengan penyemprotan pupuk daun.

Baca Juga :   Urai Kemacetan, Terapkan Rekayasa Lalin di Perempatan Padangan

“Sebenarnya hasilnya akan lebih bagus lagi kalau ada hujan meskipun hanya sekali. Tapi, hasil ini patut disyukuri. Terlebih, kami juga menerima bantuan benih, dan pupuk serta obat-obatan dari pemerintah,“ ujarnya.

Dijelaskan, petani di Desa Siidorejo juga memanfaatkan jerami dari limbah padi. Jika di tempat lain jerami biasanya dibakar, di Sidorejo jerami masih digunakan sebagai media tanam kedelai. Karena, dengan menyebar jerami di lahan semai, maka tanah tidak akan cepat kering. Meski cuaca sangat panas. Sehingga kedelai bisa tumbuh lebih bagus.

Kecamatan Sugio juga menjadi salah satu kecamatan yang dijadikan lokasi demplot percontohan kedelai varietas grobogan seluas 10 hektar. Selain itu, demplot lainnya seluas 5 hektar berada di Kecamatan Kedungpring.

“Umur kedelai percontohan tersebut saat ini sudah mencapai 60 hari, sedangkan panen biasanya dilakukan di usia 85 hari,” jelasnya.

Data Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat menyebutkan, dari sasaran tanam komoditi kedelai seluas 19.200 hektar, terealisasi seluas 18.059 hektar, atau 94,06 persen. Sedangkan, dari sasaran panen seluas 19.213 hektar, sampai saat ini yang sudah dipanenseluas 14.574 hektar atau 75,85 persen.

Baca Juga :   Pohon Tumbang di Kapas, Jalur Bojonegoro - Babat Sempat Macet

Kemudian dari sasaran produksi sebesar 19.213 ton, saat ini sudah tercapai 20.574 ton atau 107,08 persen. Produksi ini ditunjang dari produktivitas yang mencapai 14,01 kwintal perhektar atau 104,64 persen diatas target yang ditetapkan sebesar 13,99 kwintal per hektar. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *