SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Proses pelepasan atas pembebasan lahan proyek pengembangan Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung (J-TB) untuk Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mesih nemui jalan buntu. Sebab, belum mendapatkan kesepakatan harga dari warga setempat. Karena, harga yang ditawarkan masih dianggap rendah.
Pj Kepala Desa Pelem, Tjondro Lukito kepada Suarabanyuurip.com membenarkan jika warga belum menyepakati, dan menolak tanda tangan pelepasan harga yang ditawarkan operator JTB, Pertamina EP Cepu (PEPC).
“Warga mintanya antara Rp300 ribu – Rp400 ribu per meter baru dilepas,” katanya, Rabu (2/9/2015).
Sementara, harga yang ditawarkan dikisaran Rp193 ribu per meter harga terendah, dan Rp237 ribu per meter untuk harga tertinggi. Belum adanya kesepakatan, kata Tjondro, hingga saat ini masih belum ada titik temu antara warga dengan PEPC. Sedikitnya ada sekira 30 warga terdampak pembebasan lahan. 16 warga dinyatakan memenuhi syarat dan 14 belum memenuhi syarat.
“Mintanya warga gitu kok, katanya kalau tidak segitu tidak dilepas,” tuturnya.
Pemdes Pelem pun belum bisa memastikan kapan persoalan tersebut segera selesai. Karena, masih menunggu hasil musyawarah warga dan kebijakan dari PEPC. Sedangkan, penolakan warga ini muncul setelah dilakukan sosialisasi beberapa waktu lalu.Â
“Belum tahu, semuanya tinggal PEPC,” imbuhnya. (Roz)