Produksi Semangka di Lapangan Sumber Anjlok

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Produksi Semangka milik para petani di sekitar Lapangan Gas Sumber di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa-Timur mengalami penurunan tahun ini.

Rata-rata penyusutan hasil panen Semangka yang ada di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, mengalami penurunan sampai 30 persen.

Salah satu petani Semangka desa setempat, Suyani (45),  mengaku, tahun lalu produksi untuk 1.200 pohon Semangka bisa menghasilkan 4-5 ton sekali panen.

“Sekarang anjlok tinggal dapat 4 ton saja, Mas,” kata Suyani kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (02/09/2015).

Para petani menjelaskan, pertumbuhan Semangka milik mereka tidak semaksimal musim lalu. Satu pohon pun, hanya bisa menghasilkan satu buah supaya mempunyai ukuran layak jual.

“Kalau dipaksa satu pohon ada dua buah, pasti ukurannya sangat kecil,” terang Suyani.

Petani lain, Suloko (49), mengatakan produksi semangka miliknya juga mengalami penurunan. Musim lalu lahan seperempat hektar bisa menghasilkan buah semangka sampai 11 ton.

“Kalau sekarang tidak sampai, paling hanya 8 ton saja,” kata Suloko.

Hanya saja, petani tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya produksi Semangka mereka. Padahal, perawatan yang mereka lakukan tidak berbeda dengan musim-musim sebelumnya.

Baca Juga :   Pabrik Semen Gunakan 500 Ha Lahan Hutan

“Itu yang kita heran, kita berharap ada pihak-pihak yang bisa membantu kami untuk mengetahui penyebab (menurunnya produksi), supaya bisa diantisipasi,” terang Suloko.

Semangka dari desa ini, dikirim untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Tuban, Bojonegoro, dan sebagian dibawa para tengkulak ke Jakarta. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *