SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Banyak saran dan masukan yang diberikan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal bentukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kepada operator migas yang melakukan kegiatan di wilayahnya. Salah satunya kepada Operator Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk meningkatkan komunikasi.
“Sebelum proyek JTB dimulai, tolong komunikasi dengan Pemkab ditingkatkan,” kata Sekretaris Tim Konten Lokal, Setyo Yuliono saat rapat koordinasi dengan operator migas di wilayah Bojonegoro bersama kontraktornya di ruang Angling Dharma, Kamis (3/9/2015).
Asisten II Pemkab Bidang Ekonomi itu meminta, pada pertemuan mendatang, PEPC memberikan paparan yang lengkap dari proses kegiatan secara tekhnis, ijin analisis mengenai dampak lingkungkan (Amdal), kendala di lapangan dan lain sebagainya.
“Kerangka paparan harus lebih jelas lagi, jangan berkutat pada pemberian program CSR saja,” saran Nanang-panggilan akrab Setyo Yuliono.
Sementara itu, perwakilan PEPC, Pandu Subiyanto, menyampaikan, selama ini selalu menjaga dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat dan berbagai pihak.
“Semaksimal mungkin saya berada di tengah-tengah semua lapisan,” tandasnya.
Dia menjelaskan, kegiatan yang saat ini masih dalam proses pengadaan barang dan jasa (procurement) antara lain program pengembangan kemiri sunan, peningakatan kualitas pengrajin batik, program kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan tekhnologi dan informasi di SMKN Purwosari berupa laboratorium komputer.
“Untuk peningkatan akses air bersih di Desa Gamongan Kecamatan Padangan masih menunggu hasil survey geolistrik dari Dinas ESDM Bojonegoro,” kata Pandu.
“Kami juga berkontribusi dalam perayaan 17 Agustus di masyarakat ring 1,” lanjut dia.
Pandu juga menyampaikan, untuk masalah project kedepan akan dikomunikasikan lebih lanjut. Karena di JTB belum ada pelaksanaan kegiatan secara tekhnis.(rien)