SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Musim tanam padi kedua, sejumlah petani di Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur ketar-ketir adanya ancaman serangan hama tikus yang bisa merusak tanaman padi yang telah memasuki usia tanam satu bulan.
Salah satu petani setempat, Ery Gunawan, mengaku, mengantisipasi serangan hama tikus terus dilakukan. Â Diantaranya, dengan memberikan obat disetiap lubang tikus yang ada di pematang sawah maupun di tempat-tempat lain yang menjadi sarang tikus.
“Untuk pembrantasan tikus saya pakai obat tikus saja, tidak memakai arus listrik berbahaya pada diri sendiri maupun orang lain, Mas,” kata Gunawan kepada suarabanyuurip.com, Minggu (06/9/2015).
Lahan yang dimiliki seluas kurang lebih 2,5 hektare. Dengan usia tanaman padi telah memasuki satu bulan, jadi perlu adanya pengawasan dalam setiap waktunya. Sehingga, sewaktu ada serangan tikus cepat diketahui.
“Saya ketar-ketir serangan hama tikus kalau sudah menyerang semalam saja satu hektar tanaman padi bisa ludes, apalagi sudah mulai ada tanda-tanda penyerangan ditanaman petani lainnya,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pemberantasan bersama untuk antisipasi tikus tidak menyebar akan segera dilakukan.
“Besuk saya bersama petani lain akan melakukan pemberantasan,” kata warga desa ring satu proyek Banyuurip, Blok Cepu ini.
“Memang kalau tidak diantisipasi sebelumnya serangan hama tikus bisa membuat petani hancur,” sambung, Narto, petani lainnya. (sam)