Minyak Dunia Merosot 64 Karyawan Dirumahkan

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Merosotnya harga minyak dunia, dan nilai tukar rupiah membawa pengaruh yang sangat besar bagi para penambang sumur tua, dan akhirnya berimbas pula kepada 64 orang tenaga kerja harus dirumahkan oleh PT Cepu Sakti Energi (CSE) yang bekerja sama dengan PT Sarana Patra Jateng.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Blora, Jawa -Tengah, Zukhri, mengatakan, selain faktor melemahnya nilai tukar rupiah, turunnya harga minyak mentah dunia juga sangat berpengaruh bagi para penambang minyak sumur tua.

Salah satunya adalah PT CSE yang bekerja sama dengan PT Sarana Patra Jateng pengusaha pengelola sumur tua telah merumahkan kurang lebih 64 orang tenaga kerja.

“Surat pemeberitahuan dari PT ini sudah kami terima, termasuk juga surat tuntutan dari tenaga kerja yang diberhentikan sementara juga sudah kami terima,” ujar Zukhri kepada suarabanyuurip.com, Senin (07/9/2015).

Dalam isi suratnya, bahwa tenaga kerja yang di rumahkan baru dibayar 50 persen. Selain itu, juga minta agar tenaga kerja yang dirumahkan tetap dibayar.

Baca Juga :   Mahasiswa Politeknik Akamigas Palembang Beberkan Pengalaman Ikuti Pelatihan di PPSDM Migas

“Mereka menuntut harus dibayar selama di rumahkan. Alasanya, karena sebagai karyawan tetap,” ungkapnya.

Dalam penyelesaian masalah ini, telah dilakukan pemanggilan kepada PT CSE untuk dimintai penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang menyankut hak-hak tenaga kerja dan hubungan kerja. Hanya saja pihak PT CSE belum memenuhi panggilan yang telah dilayangkannya.

“Pada tanggal 10 September 2015 mendatang, akan kami layangkan kembali surat panggilan yang kedua kalinya kepada PT CSE,” pungkas Zukhri. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *