Lebih Salur DBH Migas Bojonegoro Kecil

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bogor – Kepala Sub Direktorat Dana Bagi Hasil Sumberdaya Alam Kementrian Keuangan, Anwar Syadat, mengatakan, lebih salur Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (DBH Migas) tahun 2014 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sebesar Rp153,48 miliar tergolong kecil.

“Kalau dipotong sekaligus juga tidak apa-apa,” tukasnya kepada Suarabanyuurip.com saat sesi tanya jawab dalam Workshop Jurnalis EITI di Bogor, Jawa Barat kemarin.

Bagi daerah penghasil yang memiliki kemampuan fiskal kecil, pemotongan DBH Migas akan dilakukan secara bertahap. Hal ini tidak berlaku bagi Bojonegoro, karena nilai Rp153,48 miliar tergolong kecil, jika dilihat pendapatan daerah saat puncak Blok Cepu tercapai.

Sebenarnya dengan lebih salur ini Pemkab lebih beruntung. Bojonegoro mendapat cash money (uang tunai) tanpa bunga.

Adanya lebih salur itu dikarenakan, pada saat membagi DBH Migas sesuai dengan rincian transfer ke daerah. Penyesuaian ini sudah ada dalam pagu APBN, namun penerimaan ini ini bisa tercapai atau tidak tercapai.

Seperti di Bojonegoro, DBH Migas telah ditetapkan 10 kali transfernya. Ternyata realisasinya hanya 8 kali, berarti ada kelebihan salur 2 kali transfer.

Baca Juga :   Lapangan Banyuuasin Sudah Produksi

“Tapi itu kita ketahui setelah lewat tahun sesudah audit,” sergahnya.

Meskipun begitu, lebih salur yang terjadi secara nasional itu belum ditetapkan didalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tahun 2015. Hal ini terjadi karena realisasinya lebih kecil dari yang disalurkan.

“Tapi kenaikan DBH Migas di Bojonegoro kan luar biasa nanti, masyarakat tetap bisa menikmati kok,” tutupnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *