Pembebasan Lahan Tapen 2 Tersendat

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Pembebasan lahan untuk keperluan sumur Tapen 2, di Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) terhambat.

Terhambatnya pembebasan lahan seluas 4,7 hektar tersebut, lantaran perbedaan jauh antara harga yang diberikan Pertamina EP dengan keinginan warga pemilik lahan.

Mediasi yang dilakukan siang hari ini, Rabu (09/09/2015), di Balai Desa setempat berjalan alot. Meskipun sudah melakukan mediasi sekitar 3 jam, tetapi belum ada kesepakatan antara warga dengan Pertamina EP.

“Harga yang diberikan Pertamina terlalu murah,” kata salah satu pemilik lahan, Umi Kulsum, kepada wartawan di lokasi mediasi.

Informasi yang dihimpun Suarabanyuurip.com, warga meminta agar Pertamina EP mau membayar lahan yang akan dipergunakan dengan harga 400 ribu rupiah per meter. Jumlah yang diminta warga ini terpaut jauh dengan harga yang ditawarkan Pertamina EP sebesar 70 ribu rupiah per meter.

Harga yang ditawarkan Pertamina EP dinilai tidak realistis, karena hasil penjualan lahan tidak mungkin  bisa dipergunakan untuk membeli lahan yang lain.

Baca Juga :   Dua Makam Cina di Wotanngare Dibongkar Orang Tak Dikenal

“Masa lahan kami hanya dihargai 70 ribu rupiah per-meter, mending kami buat saja untuk bercocok tanam,” lanjut Umi Kulsum.

“Kalau begitu mending di sewa saja daripada dibeli dengan harga semurah itu,” kata Kulsum.

Perwakilan Pertamina EP yang datang menemui warga, Ferry Prasetyo, mengatakan, belum bisa memutuskan terkait permintaan harga tanah dari warga.

“Hasil rapat terkait permintaan warga ini akan dirapatkan di kantor pusat Jakarta,” kata Ferry Prasetyo.

Berita sebelumnya, Pertamina EP berencana melakukan eskplorasi di desa ini untuk sumur Tapen 2 pada 2016 mendatang. Ada sekitar 32 warga yang menolak lantaran harga tanah yang dinilai terlalu murah. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *