Petani Melon Belum Tersentuh Bantuan

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Pertanian melon yang ada di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekalipun belum pernah tersentuh program bantuan dari pemerintah. Padahal potensi melon di desa ini cukup besar. Terlebih ketika musim kemarau, mereka dapat mengatur kadar air tanaman tidak terlalu berlebihan.

“Sama sekali belum ada program dari pemerintah,” kata Affandi (55), salah satu petani melon kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (09/09/2015).

Affandi menjelaskan, butuh biaya besar bagi petani melon. Satu pohon melon, dia menaksir membutuhkan biaya kurang lebih  5-6 ribu rupiah dari masa tanam sampai panen.

“Bayangkan kalau seperempat hektar kita membutuhkan sekira 2.700 pohon, tinggal kalikan saja, Mas,” jelas Affandi.

“Parahnya lagi ketika musim panen, harga jual biasanya rendah karena dibeli tengkulak,” lanjut Affandi.

Dia berharap, petani melon juga mendapatkan bantuan layaknya petani padi ataupun jagung. Pernah didengarnya mengenai program dari Bupati yang mencanangkan satu kecamatan harus ada petani melon.

“Pernah dengar Bupati bermaksud satu kecamatan harus ada melonnya, ini (petani) yang benar-benar petani melon tanpa disuruh kenapa tidak dimaksimalkan?” kata Affandi.

Baca Juga :   Blokir 218 Domain Situs Web, Bappebti Ingatkan Risiko Investasi di Entitas Ilegal

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tuban, Herry Prasertyo, meminta kepada petani untuk pro-aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah. Sepanjang itu merupakan kewenangan dan wilayah Dinas Pertanian pasti akan mendapatkan bantuan.

“Petani kita juga minta pro-aktif melakukan komunikasi, silahkan apa yang diharapkan disampaikan dan apabila itu kewenangan dari Dinas Pertanian pasti akan dianggarkan,” jelas Herry. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *