SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai merintis koperasi peternakan dan toko pertanian untuk kepentingan desa setempat.
Dirintisnya koperasi oleh warga, merupakan tindak lanjut dari program peternakan yang pernah mereka dapat dari Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP). Sejak tiga tahun lalu, ada sekitar 20 warga yang dibagi dalam dua kelompok mendapatkan bantuan kandang sapi dari PEP. Kandang sapi dibangun di luar rumah, supaya warga bisa memelihara sapi tidak lagi di dalam rumah.
“Awalnya ada 20 kelompok terdiri dari 10 karang taruna dan 10 warga, dibagi menjadi dua kelompok,†kata Kardi, salah satu warga Desa Banyuurip.
Program ini berlanjut, dengan pemberian bantuan dua ekor sapi yang sudah bunting 6 bulan. Sapi ini lantas dibagi per-kelompok mendapatkan jatah 1 ekor sapi bunting untuk dibiakkan.
“Di kelompok, sapi bunting ini kemudian dipelihara sampai beranak,†jelas Sekretaris Kelompok Budidaya Sapi, Hariyanto, Rabu (09/09/2015).
“Setelah beranak, sapi ini kemudian dibawa warga lain di kelompok untuk dipelihara bergantian dan dikembangbiakan,†lanjut Hariyanto.
Sejak program ini berjalan, sudah ada 6 sapi yang dibiakkan warga. Rencananya apabila semua anggota kelompok sudah mendapatkan jatah memelihara, sapi ini akan dijual untuk mengembangkan koperasi dan usaha toko pertanian bersama.
“Sekarang sudah punya koperasi simpan pinjam kecil dengan saldo 8 juta rupiah, rencananya akan dikembangkan untuk toko pertanian menyediakan berbagai keperluan seperti alat pertanian dan obat-obatan,†jelas Hariyanto.
Legal and Relations Staff Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Aulia Abriani, membenarkan kalau sapi-sapi tersebut merupakan program dari perusahaan. Awalnya adalah pemberian kandang sapi supaya warga tidak lagi memelihara ternak di dalam rumah. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemeliharaan sapi, dan pemberian dua indukan sapi dengan kualitas unggul.
“Sekarang kelompok ini sudah mandiri, tetapi masih perlu dibina supaya lebih berkembang dengan membuat koperasi seperti pengelolaan keuangan dan pemanfaatan kotoran ternak untuk bio gas,†jelas Aulia. (edp)