SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, menilai tawaran harga tanah Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) untuk pembebasan lahan Tapen 2, di Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa-Timur terlalu rendah.
“Harga tanah yang ditawarkan hanya senilai 70 ribu rupiah per-meter itu terlalu rendah,†kata Anggota Komisi B, DPRD Tuban, Mukson kepada suarabanyuurip.com melalui ponselnya, Kamis (10/09/2015).
Mukson mengatakan, lahan yang akan dipergunakan merupakan lahan subur, yaitu bisa panen sampai 3 kali dalam setahun. Selain itu, dengan nilai rendah, tentu hasil yang didapat juga sedikit, dan tidak mungkin bisa dibelikan lagi tanah di lokasi yang sama.
“Harga segitu dibelikan tanah lagi tidak mungkin dapat, karena tanah-tanah yang ada disekitarnya mempunyai harga jual yang lebih tinggi,†kata Mukson.
Diharapkan, Pertamina EP bisa memberikan harga tanah yang lebih layak kepada petani. Supaya petani bisa membeli tanah di tempat lain dan meneruskan pertanian.
“Kita berharap membeli tanah dengan harga yang lebih tinggi lagi,†kata pria yang mempunyai Daerah Pemilihan (Dapil) meliputi Kecamatan Senoro, Bangilan, Singgahan, dan Kenduruan ini.
Manager Legal and Relations Pertamina EP, Sigit Dwi Aryono, ketika dikonfirmasi menjelaskan, masih akan melakukan kordinasi kembali kepada pemilik lahan.
“Kita masih akan melakukan evaluasi kepada pemilik lahan,†jelas Sigit. (edp)