SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, bakal ikut bertanggung jawab kerusakan hutan Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonogoro, Jawa-Timur yang berada di bawah pengawasan KPH Perhutani Cepu Kabupaten Blora, Jawa-Tengah. Hal itu, diungkapkan oleh Manager Legal and Relation Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Sigit Dwi Aryono, Kamis (10/9/2015).
Sejauh ini, terlihat jelas  kerusakan hutan Wonocolo akibat penambangan liar, dan operasi sumur tua yang berlangsung bertahun tahun. Minyak hasil produksi sumur-sumur tersebut disetorkan ke Pertamina. Saat ini Pertamina telah menyerahkan pengelolaan sumur tua kepada Paguyuban penambang.
Kerusakan hutan yang ada, Pertamina tidak akan berdiam saja, tentu akan ikut bertanggung jawab demi kelestarian lingkungan juga.
“Dengan membantu pembuatan sumur percontohan, penghijauan dan revitalisasi lingkungan,” kata Sigit.
Dia menegaskan, pihaknya akan membuat sumur percontohan untuk penambang yang dilengkapi pelindung, dan treatment air yang sederhana. Sedangkan, revitalisasi lingkungan dengan disupervisi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten.Â
Saat disinggung, apakah nanti ada perjanjian dengan Perhutani terkait penggunaan lahan. Apakah tukar guling atau pinjam pakai. Dia mengaku, masih dikonsultasikan dengan Perhutani.
“Sedang kita koordinasikan dengan pihak Perhutani, Mas,” ungkapnya.
Kedua point tersebut bakal dipilih salah satu sebagai solusi penggunaan lahan perhutani, dan akan dilakukan konsultasi serta perjanjian bertahap. (Ams)