SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa-Timur, ditargetkan bisa menurunkan sampai 18 persen kebutuhan produk impor (BBM) PT Pertamina.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menjelaskan, usai penandatanganan pengambilalihan, PT TPPI diharapkan dapat segera berproduksi secara penuh. Supaya bisa mengganti produk-produk import PT Pertamina.
“Kita mengharapkan PT TPPI bisa segera beroperasi secara penuh, dan menurunkan hampir 18 persen produk import Pertamina,†kata Rini Soermarno, usai mengunjungi dua perusahaan besar yang ada di Kabupaten Tuban, Jumat (11/09/2015).
Rini menjelaskan, saat ini saham dari PT Pertamina di Kilang Minyak tersebut sudah mencapai 26 persen, dan masih ditambah dengan kepemilikan pemerintah yang lain, seperti dari Kementerian Keuangan.
PT Pertamina dan pemerintah menargetkan Kilang Minyak yang pailit tersebut bisa diambil secara penuh. Dengan rencana penguasaan saham kedepan sampai 56 persen, dan masih akan terus dikembangkan pada fase berikutnya sampai 70 persen lebih.
“Dan untuk step berikutnya, kita berharap bisa sampai 70 sekian persen,†jelas Rini.
PT TPPI, merupakan Kilang Minyak yang dibuat pada tahun 1994 lalu, dan mengalami pailit akibat krisis moneter pada tahun 1998 lalu. Pada perjalanannya, PT TPPI pernah melakukan kerjasama dengan PT Pertamina tentang pengolahan minyak (Tolling agreement) dari November 2013 sampai 2014, untuk membuktikan kelayakan Kilang Minyak PT TPPI.
Usai tolling agreement, nasib TPPI kian bias, sampai pada tahun 2015 ini pemerintah berniat mengambil alih melalui PT Pertamina. (edp)