SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Jumlah alokasi dana desa (ADD) yang mencapai satu milyar rupiah menjadi peluang besar bagi desa untuk menyejahterakan masyarakat. Karena desa dapat melakukan pembangunan mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan masyarakat.
Untuk mewujudkan itu salah satu faktor pendukungnya adalah melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses penganggaran yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program.
“Namun partisipasi masyarakat dalam proses penganggaran ini masih belum banyak dilakukan desa. Partisipasi hanya dirasakan oleh para elit desa, dan masih bersifat formalitas,†kata Peniliti Ekonomi Publish What You Pay (PWYP), Wiko Saputra, melalui surat elektronik yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (12/9/2015).
Padahal dengan perencanaan program dan anggaran serta pelaksanaan yang optimal, ADD mampu membawa masayarakat desa pada kesejahteraan.
“Karena itu penting bagi masyarakat desa untuk bersama-sama mewujudkannya,†saran Wiko.
Menanggapi hal itu, Camat Gayam, Hartono, mengungkapkan, ke depan pemerintah desa di sekitar ring 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, akan menggelar pelatihan dengan menggandeng tim independent dari salah satu Universitas Negeri di Indonesia.
Dengan pelatihan ini diharapkan pemerintah desa dan masyarakat memahami bagaimana proses penyusunan program pembangunan desa dan anggaran yang efektif.
“Insya Allah segera dilaksanakan, mungkin mulai tahun depan,” ujarnya melalui pesan pendek.
Salah satunya melalui program Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC). Dimana nantinya desa tidak lagi bergantung pada dana transfer dari pemerintah, namun bisa mandiri dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki desa tersebut.
“Oleh sebab itu, saya mendorong supaya warga yang sudah mendapatkan program CSR dari operator Blok Cepu, bisa mengimplementasikan ke masyarakat luas dan mandiri,” tandasnya.(rien)