Beda Kontraktor Proyek SPAM Berubah

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Dikerjakan kontarktor berbeda, Pipa Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Kabupabaten Blora, Jawa Tengah dirubah. Hal itu, terungkap dari perbincangan beberapa warga dengan salah satu pekerja proyek.

Diketahui, Pipa Jaringan yang melintas di Jalan Blora – Cepu kilometer 8 wilayah Kecamatan Sambong berwarna mengkilat dan cenderung lebih tipis dengan bahan sejenis besi.

Suwarti, warga setempat, mengatakan, perbedaan pipa tersebut sebenarnya tidak terlalu bermasalah bagi warga. Hanya saja warga ingin mengerti kenapa pipa yang melintasi daerahnya berbeda dengan pipa SPAM lainnya.

“Pipanya lebih tipis, dan perbedaan pipa diketahui warga sejak seminggu lalu,” ungkapnya

Saat ditanyakan kepada petugas di lapangan, perbedaan terjadi karena perusahaan yang mengerjakan berbeda, sehingga materialnya pun berbeda.

“Tidak jelas, kata petugas yang dilapangan dikerjakan kontraktor yang berbeda,” imbuhnya.

Terpisah, Direktur PDAM Blora, Eko Budi Risetiawan, membenarkan adanya perbedaan jenis pipa. Meski begitu, secara tekhnis tidak ada perbedaan apapun. Perbedaan jenis bahan lebih disebabkan untuk penyesuaian tempat dan lintasan. Terutama kawasan hutan Cabak merupakan titik jenuh daratan tertinggi.

Baca Juga :   PKK Lamongan Bagi-bagi Sembako

Sehingga membutuhkan tekanan pompa lebih tinggi. Pada pipa sebelumnya, pipa berwarna hitam, meski terkesan lebih tebal berbahan HDPE merupakan pipa plastik bertekanan.

“Penyebab perbedaan tekanan pompa distribusi, dan ketika tekanan tinggi, dikhawatirkan pipa tersebut melembung,” ungkap Eko kepada suarabanyuurip.com.

Pipa HDPE adalah pipa plastik bertekanan yang banyak digunakan untuk pipa air dan pipa gas. Disebut pipa plastik, karena material HDPE berasal dari polymer minyak bumi. Untuk pipa saat ini berbahan dari baja. Meskipun terkesan tipis, sebenarnya lebih kuat dan cocok pada medan yang membutuhkan tekanan air tinggi. Untuk pipa berbahan baja, rencananya akan dipasang 7 kilo meter sepanjang Jalan Cepu – Blora.

“Antisipasi agar tidak melembung, rencananya akan dipasang mulai kawasan Cepu Asri hingga Kalimodang,” pungkas dia. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *