SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – PT Abadi Cement, mulai menyusunan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebelum melakukan aktifitasnya.
Abadi Cement adalah perusahaan semen yang akan ikut mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) di bumi Wali.
Informasi yang diterima suarabanyuurip.com, PT Abadi Cement di Tuban dipastikan akan berdiri di atas tanah Desa Sugihan. Khusus untuk pabrik memerlukan lahan berkisar 98,8 hektar. Rinciannya, 72,87 hektar untuk bangunan, dan 25,93 hektar untuk lahan terbuka.
Konsultan PT Abadi Cement, Nassa Arfiantinosa, di Balai Desa Sugihan mengatakan, ditargetkan produksi semen 4 juta ton per tahun dan per satu jalur produksi. Kemudian untuk produksi beton atau mortar siap pakai mempunyai kapasitas 2 juta ton pertahun per jalur produksi.
Selain pabrik, juga akan beroperasi Cement Grinding Plant, Cement Packing Plant, Cement Silo. Jetty, dan sarana penunjang yang lain.
“Tetapi untuk sekarang kita akan menyelesaikan studi Amdal terlebih dahulu, sebelum produksi semen di Desa Sugihan dimulai,” kata Nassa.
Salah satu perangkat Desa Sugihan, Cipwanto, membenarkan kalau lahan yang akan dipergunakan pabrik semen baru ini berada di Desa Sugihan.
“Lahan yang dibutuhkan sekitar 98,8 hektar, hanya saja lahan yang milik warga hanya 13 hektar dan sisanya merupakan lahan milik Perhutani,” kata Cipwanto.(edp)