SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Ladang Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), menyebutkan, harga gas J-TB dengan Pertamina telah disepakati sejak 2012 silam sebesar US$8 per million metric british thermal unit (MMbtu) dengan eskalasi 2% per tahun.
“Untuk penawaran harga dengan PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) diambil alih oleh pemerintah,” kata General Manager PEPC, Bob Wikan kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (23/9/2015).
Sejauh ini, harga untuk kebutuhan pabrik pupuk PT PKC sudah hampir mengerucut, karena pemerintah memutuskan bahwa subsidi akan diberikan kepada PT PKC.
“Jadi tidak ada lagi masalah mengenai harga, tinggal pembicaraannya dengan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan,” ujarnya.
Saat ini, Pupuk Kujang menyanggupi harga gas US$7 per MMbtu dengan eskalasi 2% per tahun saat J-TB berproduksi. Sehingga, bisa dipastikan keberadaan Pupuk Kujang akan memberikan efek positif bagi kemajuan di Bojonegoro.
“Untuk produksi, J-TB bisa menghasilkan 175 MMscfd,” tandasnya.
Seperti diketahui, pabrik pupuk PT PJK dengan investasi Rp3 triliun ini sesuai dengan amanat Inpres No. 2/2010 tentang Revitalisasi Industri Pupuk ini membutuhkan pasokan gas 85 MMscfd dan berkapasitas produksi 907.500 ton per tahun dan menggantikan Kujang 1A.
Dengan produksi tersebut dapat memperkuat produksi pupuk nasional yang saat ini berkapasitas 8,8 juta ton dan yang beroperasi 7,7 juta ton per tahun. Pabrik ini memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pupuk Urea di Jawa Tengah dan Timur yang selama ini dikirim dari Bontang dan Sumatra Selatan. (Rien)