SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kelompok kerja (Pokja) Kebudayaan Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan protes kepada Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Hari Kristianto, atas statemen di salah satu media cetak, Selasa (22/9/2015) lalu.
Statemen yang disampaikan Hari Kristianto dinilai memunculkan kesan bahwa pelaksanaan kegiatan Festival Bengawan Bojonegoro yang digawangi Pokja Kebudayaan Bojonegoro adalah Event Organizer (EO) yang dibiayai oleh pemkab melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Padahal dalam kegiatan itu kami tidak mendapatkan dana APBD sama sekali,” tegas Wakil Ketua Pokja Kebudayaan Bojonegoro, Ramon Pareno, saat melakukan klarifikasi di Kantor Humas dan Protokoler, Rabu (23/9/2015).
Saat melakukan pertemuan tersebut, Hari Kristanto justru menuding pelaksanaan kegiatan Festival Bengawan Bojonegoro yang dihelat pada Minggu (20/9/2015) lalu, kacau balau. Kekacauan itu dikarenakan kurangnya koordinasi di lingkup Pemkab antara lain Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), dan Bagian Humas dan Protokoler.Â
Mendapat tudingan seperti itu, Ramon kembali bertanya kekacauan seperi apa yang dimaksud. Namun Hari Kristanto tidak bisa menunjukkan alasan kekacauan yang ditudingkan.
Menurut Ramon, jauh hari sebelum pelaksanaan Festival Bengawan Bojonegoro, Pokja Kebudayaan Bojonegoro telah mengirimkan surat resmi baik kepada Humas dan Protokoler, Dishub dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tetrkait lainnya.
“Namun Humas dan Protokol diundang dua kali untuk rapat koordinasi tidak pernah hadir,” tandasnya.
Sementara itu, Hari Kristianto, membantah jika dirinya menyebut langsung kalimat Event Organizer (EO) itu kepada pelaksana kegiatan Festival Bengawan Bojonegoro di salah satu media cetak.
“Coba difahami lagi, kalimat demi kalimat. Ditelaah baik-baik. Saya cuma menyampaikan hasil evaluasi dengan Bupati Suyoto terkait kegiatan Hari Jadi Bojonegoro, bukan hanya Festival Bengawan Bojonegoro saja,” sambung Hari sambil memperlihatkan statmennya di media massa yang dimaksud.(rien)