Demo PMII Tidak Berdasarkan Data

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, Sigit Kusharianto, menyebut aksi demo yang digelar 25 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di halaman DPRD setempat, Jumat (25/9/2015) disinyalir tidak sesuai dengan data dan fakta yang ada.

“Apa yang disampaikan PMII ini tidak berdasarkan data,” tegas Sigit saat menanggapi aksi demo di halaman DPRD setempat.

Apa yang disebutkan anggota PMII saat berorasi jika produksi pertanian di Bojonegoro menurun, tidaklah benar. Karena, data yang ada saat ini justru mengalami kenaikan. Dari 1 juta ton padi yang dihasilkan, Bojonegoro termasuk 5 besar di Jawa Timur.

“Kita (Bojonegoro) sudah termasuk kategori lumbung padi nasional,” tandasnya.

Saat ini, Pemkab Bojonegoro sedang menggalakkan infrastruktur di sektor pertanian, pengairan dan sebagainya. Bahkan, program tersebut sudah bisa diwujudkan di seluruh wilayah pertanian.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Bojonegoro tinggi, pertumbuhan ekonomi juga tinggi. Jadi apa yang salah?,” ujar Sigit dengan nada tanya.

Masyarakat Bojonegoro memiliki penghasilan dan daya jual mulai meningkat. Income atau pemasukan perkapita cukup lumayan, bisa membiayai sekolah anak-anak. Sehingga, tidak ada lagi alasan untuk saling menyalahkan.

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Ringkus Pelaku Persetubuhan Anak

“Yang ada semangat bersama untuk memperbaiki yang sudah ada,” tandasnya.

Saat ini, Pemkab tengah berupaya merubah pola pikir petani supaya tidak salah menanam pada saat tertentu. Jadi, dengan kondisi embung yang kering ataupun sawah yang tandus karena adanya bencana El Nino.

“Tidak ada hujan selama lima bulan, coba bayangkan,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *