SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sedikitnya 25 orang yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa-Timur, menggelar aksi demo dalam rangka memperingati hari tani nasional yang jatuh pada hari minggu (20/9/2015).
Aksi tersebut dilakukan di Bundaran Adipura dan kantor DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasinya terkait pertanian di Bojonegoro.
Disela-sela aksi demo ada pemandangan yang tidak biasa. Bupati Bojonegoro, Suyoto, yang akan melaksanakan rapat paripurna justru ikut berbaur dan berteriak bersama mahasiswa lainnya.
“Pecat saja Kepala SKPD yang tidak becus menangani pertanian di Bojonegoro, pecaat!!!,” kata Abdi Nugroho saat berorasi di kantor DPRD, Jumat (25/9/2015) yang diikuti teriakan Bupati Suyoto.
“Pecaaattt!!! Hiduppp!!!,” kata Suyoto dengan lantang diantara mahasiswa.
PMII Bojonegoro berharap, adanya Bendung Gerak tidak hanya difungsikan untuk kegiatan industri Minyak dan Gas Bumi (Migas) saja, tetapi juga mengatur pengairan bagi petani yang kekurangan air di musim kemarau seperti sekarang ini.
“Karena, tumpuan kita hanya di Sungai Bengawan Solo,” ujar Abdi.
Selain itu, program 1000 embung yang digadang-gadang ternyata belumberfungsi sama sekali di musim kemarau seperti saat ini. Bahkan, lahan produktif di Bojonegoro semakin lama semakin berkurang. (Rien)