Penyesuaian Target Kinerja Pada P-APBD 2015

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menyatakan, dalam upaya penajaman program dan kegiatan, yang diharapkan memberikan multiplayer effect, maka dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015 direncanakan beberapa penyesuaian target kinerja.

“Penyesuaian ada di bidang infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan pemberdayaan desa, dan pariwisata,” kata Suyoto saat rapat paripurna penyampaian nota keuangan Bupati tentang RAPBD-P, Jumat (25/9/2015).

Penyesuaian dan penajaman target kinerja kegiatan prioritas di bidang infrastruktur diantaranya pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan, paving sharing, penerangan jalan umum, pembangunan bronjong, penataan lingkungan pemukiman, pembangunan jalan poros desa, pembangunan sarana dan prasarana air bersih dan pengadaan tanah tambahan untuk jembatan Trucuk, lantainisasi rumah tidak layak huni serta penyusunan studi kelayakan terminal kargo.

“Penyesuaian di bidang pertanian yaitu penyediaan sarana produksi pertanian antara lain jitut dan jides. Jalan usaha tani, pengembangan irigasi dan pompanisasi berbasis listrik dan alokasi pupuk dishutbun,” ujarnya.

Dibidanng pendidikan terdapat penyesuaian antara penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan, perencanaan pusat pendidikan dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), pengadaan alat peraga dan praktek sekolah (SD/SMP/SMA/SMK), rehab sedang atau berat bangunan sekolah, pengadaan mebeuler, dan pemavingan halaman sekolah.

Baca Juga :   Bertekad Jadikan Ngraho Semakin Mentereng

Dibidang kesehatan antara lain, meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penyediaan dana atau Jamkesda, peningkatan kualitas pelayanan RSUD, pengadaan kendaraan Puskesmas Keliling serta penambahan instalasi listrik untuk RSUD di Jalan Veteran.

“Dibidang pemerintah dan pemberdayaan masyarakat, kami mengalokasikan kekurangan anggaran dana desa dan pavingisasi kantor kecamatan,” lanjutnya.

Penyesuaian juga dilakukan untuk bidang pariwisata dan pengembangan budaya melalui gelar seni puncak hari jadi Bojonegoro, grebeg sedekah bumi, karnaval, city branding dan website pemasaran pariwisata, pelestarian fisik dan kandungan bahan pustaka, pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah.

“Total belanja daerah dalam P-APBD diprediksi mencapai Rp3,267 triliun atau meningkat dari sebelumnya Rp2,985 triliun,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *