Bawa Tuntutan AKBUBB ke Watimpres

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto mendukung langkah Asosiasi Kontraktor Lokal Banyuurip Blok Bojonegoro (AKBUBB) untuk segera mendapatkan jawaban atas tuntutan yang dilayangkan kepada operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limted (EMCL).

“Tunggu, biar saya tanyakan dulu kepada EMCL melalui grup Whatsapp,” kata Suyoto saat menemui perwakilan AKBUBB di rumah dinas setempat, Senin (28/9/2015).

Bupati Suyoto, menjelaskan, mendapatkan keluh kesah dari AKBUBB terkait sikap EMCL yang sekan-akan mengulur waktu untuk memberikan jawaban atas beberapa tuntutan yang telah disampaikan melalui aksi demo pagi tadi di kantor EMCL The Resident di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

“Menurut saya ya kelamaan kalau mereka menjanjikan bulan depan,” tandasnya.

Pria berkacamata minus ini menegaskan, akan membawa permasalahan ini dihadapan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), KH Hasyimm Muzadi yang akan hadir pada Selasa (29/9/2015) besok.

Menurutnya, tuntutan AKBUBB ini perlu mendapatkan jawaban segera dari EMCL.

“Besok tidak perlu demo, cukup datang ke acara Watimpres untuk menyampaikan aspirasinya. Jadi bisa dapat jawaban lansung dari EMCL,” tukasnya.

Baca Juga :   Swalayan Matahari dan KFC Akan Berdiri di Bojonegoro

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM, Agus Supriyanto, menyampaikan, jawaban dari pihak EMCL atas tuntutan dari AKBUBB akan diberikan pada tanggal 21 Oktober 2015 mendatang. Karena perlu mempersiapkan konsumsi serta mengumpulkan masing-masing kontraktor pemenang tender.

“Ya saya sudah minta jangan lama-lama, kalau perlu segera dilakukan supaya tidak berlarut-larut,” ujar Agus menjelaskan.

Koordinator Aksi, Parmo, menyampaikan, keluh kesahnya kepada Bupati Suyoto terkait sejumlah tuntutan yang belum mendapatkan respon sama sekali dari EMCL.

Yakni penegakkan peraturan daerah (Perda) No.23 tahun 2011 tentang Konten Lokal, brigade angkling dharma untuk mengawal dan mengamankan kebijakan dan aturan Perda No. 23 tahun 2011.

Kemudian, menuntut agar kontraktor pemenang tender proyek Blok Cepu ber-KSO dengan kontraktor lokal jika ingin bekerja di Bojonegoro, EMCL harus bertanggung jawab mempertemukan pemenang tender untuk ber-KSO dengan kontraktor lokal.

“Besok kami tidak akan demo, tapi bersama-sama semua anggota AKBUBB akan menghadiri pertemuan dengan Watimpres untuk menyampaikan tuntutan ini,” tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) AKBUBB ini. (Rien)

Baca Juga :   Puluhan Siswa SMP Tidak Lulus UN

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *