SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Sejak masuknya Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) Lamongan, Jawa Timur sebulan terakhir penjualan Pertamax menurun drastis.
Beberapa SPBU di jalan nasional Babat-Lamongan mengalami penurunan penjualan Pertamax 25 persen -30 persen.
Seorang pengawas SPBU Plaosan, Babat, Ridwan, Â mengatakan, sejak adanya Pertalite penjualan Pertamax relatif sepi. Bahkan turun hingga 25 persen.
“Kalau sebelum ada Pertalite penjualan Pertamax bisa 20 ribu liter saat ini hanya 15 ribu liter perhari,” cetus Ridwan kepada SuaraBanyuurip.com,Senin (28/9/2015).
Turunnya penjualan Pertamax  dimungkinkan karena selisih harga antara dengan Pertalite yang cukup tipis. Konsumen lebih memilih membeli Pertalite dari pada Pertamax.
“Selisih harga pertamax dan pertalite hanya sekitar Rp800 perliter. Harga Pertamax saat ini Rp9.100 perliter, sedang  Pertalite Rp8.300 perliter, ” papar Ridwan.
Pengawas SPBU Banaran juga membenarkan sepinya penjualan Pertamax dan Premium sejak adanya Pertalite.
“Ya, Mas. Penjualan Pertamax  kalah dengan Pertalite. Bahkan penjualan premium juga turun,” ungkapnya.
Sebelumnya SPBU Banaran bisa menjual 8 ribu liter hingga 11 ribu liter perhari, kini hanya mampu menjual 6 ribu liter perhari. Sedang penjualan pertamax  diperkirakan turun hingga 25 persen.(tok)