Kawal Isu Sosial di Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menyampaikan, saat ini yang perlu di evaluasi dalam pelaksanaan proyek Blok Cepu adalah apa yang menjadi hak para pekerja untuk segera diberikan. Disisi lain, pengawalan berbagai isu sosial di sekitar proyek Migas yang bersentra di Kecamatan Gayam, Bojonegoro ini tetap terus dilakukan.

“Karena masih ada laporan, para pekerja belum menerima haknya dari sub-subkontraktor yang ada,” kata Suyoto saat rapat koordinasi dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Hasyim Muzadi di rumah dinas, selasa (29/9/2015).

Masalah lainnya, seperti tukar guling tanah kas desa (TKD) akan terus dikawal supaya tidak ada pemicu masalah sosial atau menjadikan konflik. Serta peningkatan dalam hal pengamanan baik dari security maupun kepolisian.

“Semua sudah dilakukan secara maksimal, dan perkembangan di Blok Cepu pasca kerusuhan sudah kembali normal,” jelasnya.

Untuk perkembangan di proyek Engineering, Procuremen, and Construktion (EPC)-1, oleh PT Tripatra – Samsung, kontraktor pelaksana proyek EPC – 1 juga ada perubahan. Salah satunya adalah tempat ibadah. Semula Masjid yang disediakan berukuran kecil, sekarang dibangun dengan ukuran besar.

Baca Juga :   Antrian Panjang Warnai SPBU di Blora

“Saat ini Disnakertransos telah mendata para pekerja yang memilki reputasi,” tukasnya.

Reputasi pekerja tersebut akan dijadikan rekomendasi Pemkab untuk bisa mendapatkan pekerjaan di luar Bojonegoro maupun di proyek Unitisasi Ladang Gas Jambaran Tiung Biru (J-TB).

“Yang punya catatan baik tentunya akan mendapatkan peluang, yang kurang baik akan kita arahkan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *