SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, alami kecelakaan di jalan Blora-Cepu. Tepatnya di tikungan hutan Cabak Kecamatan Jiken, Selasa (29/8/2015). Tiga orang mengalami luka parah dalam insiden itu, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas terkdekat.
Mobil Sedan tampak ringsek bagian depan, sedangkan dump truk terbalik akibat benturan keras antar keduanya.
Staf Ahli Bupati Blora yang diketahui bernama, Adi Purwanto (56) melaju dari arah barat  mengendarai mobil Sedan dengan nomor polisi (Nopol) AB 1796 VS bertabrakan dengan dump truck bernopol S 9748 AB dikendarai, Sono (33) tanpa muatan yang melaju kencang dari arah timur.
Menurut kesaksian warga yang enggan disebut namanya, dump truk tanpa muatan dengan nopol S 9748 AB melaju kencang dari arah timur menuju barat, sedangkan mobil sedan bernopol AB 1796 VS melaju dari arah barat menuju timur.
“Mungkin sama kencangnya hingga badan truk berubah arah,” tuturnya.
Untuk mobil sedan, selain bergeser ke bahu jalan, bagian kanan dasbor depan ringsek hingga tak berbentuk. Sedangkan dump truk berada di sisi barat dengan keadaan terbalik.
Insiden tersebut tidak begitu diketahui warga dengan jelas, karena tempat kejadian perkara (TKP) berada di hutan. Sesaat setelah kejadian, korban dievakuasi dari kendaraan tersebut dan dibawa ke Puskesmas Jiken.
“Satu pengemudi sedan dan dua pengemudi truk. Ketiganya luka parah,” imbuh narasumber tersebut.
Salah satu perawat Puskesmas Jiken, Tiwi, menjelaskan, ada tiga korban laka yang dirawat di Puskesmas. Ketiga korban tersebut teridentivikasi bernama Adi Purwanto (56) sebagai pengemudi mobil sedan yang juga mantan Camat Cepu yang saat ini menjabat staf ahli Bupati, Johan (15) warga Sambong kenek Dump Truk dan Sono (33) sopir Dump Truk warga asal Cepu.
“Untuk korban Adi Purwanto saat ini dirujuk di RSU Blora, karena mengalami patah tulang kaki kanan. Untuk Sono luka-luka di kepala, dan Johan gagar otak,” katanya.
“Kedua korban yang masih dirawat di Puskesmas masih sulit dimintai keterangan, dan masih dalam perawatan intensif,” imbuhnya. (Ams)