SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Suara ledakan bertubi-tubi yang disertai kobaran api di sebuah rumah membuat warga dan pengendara di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, panik.
Nampak korban, Sutiono (50), warga RT 16, RT 02 terkapar di halaman rumah menunggu pertolongan, karena lama tidak kunjung mendapatkan pertolongan. Sutiono memilih duduk bersandar di pohon pinggir jalan.
Api yang hampir membakar habis rumah buatan di pematang sawah tersebut, akhirnya mendapat pemadaman dari mobil pemadam kebakaran milik operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, JOB P-PEJ.
Kegiatan ini merupakan serangkaian simulasi penanggulangan bencana yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Keadaan Darurat Bahaya ( PKDB ) di sekitar Pad A sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ada sekitar 750 orang yang mengikuti latihan ini, ” kata Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Kav Donova Pri Pamungkas.
Latihan PKDB ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar tidak mengalami dampak akibat bencana atau dengan kata lain bertujuan untuk mengurangi resiko dari bencana tersebut.
“Setiap desa melibatkan 250 orang,” ujarnya.
Ratusan warga baik anak-anak, tua, dan muda, terlihat antusias selama simulasi. Mereka mengikuti setiap perintah yang terdapat dalam skenario.
“Kalau dilatih begini, kami tahu bagaimana cara membaca arah angin, kemana arah jalur evakuasi dan dimana titik penampungan pengungsi,” ujar Sumiarsih, warga Desa Campurejo. (Rien)