Optimis Produksi Puncak Tercapi Akhir Tahun

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –Operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) optimis puncak produksi Lapangan Banyuurip di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tercapai pada akhir tahun 2015 ini. Meskipun proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) -1 Banyuurip sempat lumpuh total akibat kerusuhan hebat awal Agustus lalu.

“Puncak produksi dipastikan akhir tahun ini,” kata Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, kepada suarabanyuurip.com di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Selasa (29/9/2015) kemarin.

Dari produksi sebesar 80.000-83.000 barel perhari (bph) bisa mencapai puncak sebanyak 200.000 bph. Saat ini, secara keseluruhan pekerjaan EPC yang terbagi dalam lima paket pekerjaan telah mencapai lebih dari 97 persen.

“Puncak produksi bisa lebih dari 200.000 barel/hari,” tandas Erwin.

Pasca kerusuhan di proyek EPC-1 Banyuurip awal Agustus lalu, produksi minyak mulai mengalami kenaikan. Karena pekerjaan proyek engineering, procurement, and construction (EPC) I sudah berjalan normal.

Di sisi lain, pihak kepolisian mulai mewaspadai kerawanan yang akan muncul akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring berakhirnya proyek EPC I Banyuurip.

Baca Juga :   Belum Pastikan Produksi Blok Cepu Terganggu

“PHK besar-besaran akan menimbulkan kerawanan. Tapi kami akan terus mengawal supaya tidak menjadi konflik sosial,” sambung Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *