SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur  tengah mengembangkan sektor pariwisata untuk menangkal budaya luar. Budaya asing  mulai masuk sejak berkembangnya industri minyak dan gas bumi (migas) di Bojonegoro.
“Dengan adanya Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, tentu banyak ekpatriat yang datang ke Bojonegoro membawa budaya barat,” kata Kepala Disbudpar Bojonegoro, Amir Syahid, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (5/10/2015).
Pengembangan pariwisata tersebut antara lain, revitalisasi Kahyangan Api di Kecamatan Ngasem, Waduk Pacal di Kecamatan Temayang, dan Tirtawana Dander di Kecamatan Dander. Â Pemkab telah menandatangani perjanjian dengan Perhutani Sub Divre II Jawa Timur untuk merealisasikannya.
“Pemkab dan Perhutani telah sepakat untuk mensinergikan program pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Perjanjian tersebut membuat sejumlah proyek tertunda karena lokasi wisata di Bojonegoro sebagian menggunakan lahan milik Perhutani. Namun, dengan adanya perjanjian ini, Pemkab bisa kembali melanjutkan pembangunan sekaligus mendukung program Perhutani untuk hutan lestari.
“Kita juga menyambut dukungan dari Pertamina Foundation yang akan membangun kebun raya di Kecamatan Dander,” pungkasnya.Â
Kebun raya ini merupakan program Corporate Sosial Responbility (CSR) dari Pertamina Foundation karena adanya kegiatan pengembangan migas oleh Pertamina. Nantinya, akan ditanami tanaman yang mengandung energi terbarukan seperti Kemiri Sunan dan Kaliandra. (rien)