SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Realisasi tanam tebu di Lamongan, Jawa Timur musim tanam tahun 2015 ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2014 luas area tanam seluas 3.837,98 hektar, sedangkan tahun ini 3.726,6 hektar.
Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan mencatat, tahun lalu dari area tanam tersebut menghasilkan 3.845,3 ton tebu, dengan produktivit mencapai 1.002 kuintal perhektar.Â
Sedangkan produksi hablurnya (gula sukrosa yang dikristalkan), mencapai 310,827 kwintal dengan produktivitas sebesar 80,99 kuintal perhektar. Produksi hablur tersebut didapatkan dari rata-rata kualitas rendemen yang sebesar 8,08 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, Aris Setiadi, menyatakan, luas areal tanam tebu Lamongan tahun ini mencapai 3.726,6 hektar. Sampai dengan September 2015 telah dipanen seluas 1.181,1 hektar dengan jumlah produksi mencapai 896 ton, dan produktivitas sebesar 759 kw perhektar.
Di Lamongan, ungkap Sugeng, tanaman tebu yang adalah tebu sawah tegal yang ditanam di daerah kering dengan mengandalkan pengairan saat musim penghujan. Selama ini, tebu sawah tegal produksi Lamongan dijual kepada Pabrik Gula Djombang Baru dan Pabrik Gula Gempol Kerep.
Dari jenis skema pembiayaannya, terdapat dua jenis petani tebu di Kabupaten Lamongan. Yakni Tebu Rakyat Kredit (TR-K) yang biasanya mendapatkan kredit dari bank dengan fasilitasi dari pabrik gula. Kemudian Tebu Rakyat Mandiri (TR-M) atau non kredit.
Berdasar data tahun 2014, sebagian besar pola pembiayaan tebu di Lamongan menggunakan fasilitas TR-K dengan areal tanam mencapai 3.411.680 hektar. Sementara sisanya, seluas 426.300 hektar menggunakan skema TR-M.(tok)