Waspadai Sakit Akibat Kemarau Panjang

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Kemarau panjang dan belum diketahui kapan berakhir menjadi ancaman munculnya berbagai penyakit. Terlebih dengan semakin banyaknya debu yang muncul disertai panas yang menyengat.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tuban, Jawa Timur, Dokter Nur Istichawari, menjelaskan, kemarau panjang menjadikan masyarakat rentan terserang penyakit. Utamanya pada Balita yang ketahanan tubuhnya masih lemah.

“Menyebabkan banyak penyakit yang patut diwaspadai, karena banyaknya volume debu yang bertebaran ketika musim kemarau panjang ini,” kata Nur Istichawari, Senin (05/10/2015).

Dia mencatat ada tiga penyakit yang rentan dialami masyarakat dan perlu diwaspadai. Penyakit pertama adalah gangguan pernafasan (batuk, pilek, sesak nafas), penyakit alergi atau gatal, hingga diare.

Penyakit gangguan pernafasan, terjadi lantaran debu yang berterbangan ikut terhirup manusia ketika bernafas. Debu ini lantas menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan menyebabkan gangguan pernafasan. Dia menyarankan supaya mempergunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terlebih bagi yang mempunyai riwayat sejenis.

Selanjutnya debu yang berterbangan juga bisa menyebabkan penyakit gatal atau alergi. Keringat yang bercampur dengan debu bisa menyebabkan gatal, terutama pada Balita yang kulitnya masih sensitif.

Baca Juga :   Sisihkan Rp10 Ribu per Hari, Remas Babussalam Sukorejo Rutin Patungan Beli Sapi Kurban

“Kemudian untuk diare disebabkan debu yang tercampur dengan makanan. Disarankan kepada orang tua untuk mengawasi jajanan di luar, dan apabila sudah terlanjur segera diobati dan perbanyak minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang,” tandasnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *